Jajaran TNI/Polri Gelar Apel Bersama Kampanye Pakai Masker di Dharmasraya


Kamis, 10 September 2020 - 09:46:30 WIB
Jajaran TNI/Polri Gelar Apel Bersama Kampanye Pakai Masker di Dharmasraya Kegiatan Apel Bersama Gerakan Pakai Masker di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, di Halaman Mapolres Dharmasraya, Rabu (10/09).

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Personel Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (TNI/Polri) menggelar Apel Bersama Gerakan Pakai Masker di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (10/09). 

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Dharmasraya, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah SIK MT, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Operasi Sandi Mantap Praja 2020, dalam menghadapi gelaran Pilkada Serentak 2020.

"Sebagaimana kita ketahui meskipun secara umum situasi Kamtibmas berlangsung kondusif sejak tahapan pemilihan kepala daerah dimulai, namun pelanggaran terhadap standar protokol kesehatan Covid-19 terpantau masih kerap terjadi, " Ungkap Aditya, saat menjadi pemimpin apel siaga tersebut di halaman Mapolres setempat. 

Sebagai upaya preventif, lanjutnya, jajaran TNI/Polri yang ditunjuk sebagai pengendali terapan standar protokol tersebut juga menggelar kegiatan pembagian masker gratis sebagai bentuk sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat luas untuk selalu mematuhi imbauan pemerintah terkait Covid-19, diantaranya selalu menggunakan masker dan tetap menjaga jarak aman. 

Sekaitan dengan kegiatan pilkada serentak di daerah itu, ia mengimbau kepada bakal pasangan calon dan partai politik pengusung dan pendukung agar selalu mematuhi imbauan Menteri Dalam Negeri untuk tidak mengadakan kegiatan yang memicu terjadinya kerumunan massa. 

"Meskipun TNI/Polri diberikan kewenangan untuk menindak segala pelanggaran protokol Covid-19, namun upaya persuasif dan giat pencegahan selalu kami utamakan dan diminta semua pihak bisa mendukung kegiatan ini guna menghindari terkena sanksi tegas sesuai regulasi yang diberlakukan pemerintah, " Tutupnya. 

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyesalkan banyak para kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan. Di masa pandemi Covid-19, harusnya pimpinan daerah menjadi contoh bagaimana menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin yang baik, bukan sebaliknya. Ada 51 kepala daerah yang mendapat teguran keras dari Mendagri Tito Karnavian, lantaran melanggar protokol kesehatan. 

Mayoritas, mereka berstatus petahana yang kembali maju pada Pilkada serentak 2020. "Rata-rata, pelanggaran terjadi saat deklarasi sebagai bakal calon kepala daerah maupun ketika mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, dalam keterangannya, Senin (7/9/2020). (*)

 

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]