Mengaku Bunuh Editor Metro TV Yodi Prabowo, Pemuda Riau Ini Diciduk Polisi


Kamis, 10 September 2020 - 13:29:09 WIB
Mengaku Bunuh Editor Metro TV Yodi Prabowo, Pemuda Riau Ini Diciduk Polisi Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Babak baru kasus kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo kembali mencuat. Belum lama ini ada pria yang mengklaim sebagai pembunuhnya. Padahal, polisi telah menyimpulkan kalau Yodi tewas karena bunuh diri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, mengatakan orang tersebut mengaku membunuh Yodi, lewat media sosial. Orang tersebut bahkan sempat ribut dengan beberapa rekan almarhum Yodi di Metro TV buntut pengakuannya itu.

"Jadi, ada yang meng-upload. Dia ribut sama temannya (Yodi) dan kemudian meng-upload 'kamu enggak tahu siapa saya? Saya yang terlibat dalam pembunuhan Yodi'. Begitu ceritanya, kemudian ada yang melihat itu melaporkan ke Metro TV karena dia (Yodi) kerjanya di sana," kata Tubagus di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 10 September 2020.

Lantas, orang tua Yodi pun menyikapi yaitu melapor ke polisi. Pihaknya kemudian menindaklanjuti dan mencokok orang tersebut di Riau. 

Kemudian, polisi memeriksa beberapa karyawan Metro TV terkait hal ini. Dalam pemeriksaan diketahui ternyata orang ini tidak membunuh Yodi.

"Mengamankan orang itu, ya ternyata memang tidak benar, dan sudah diklarifikasikan ke orang Metro TV juga kita undang untuk datang itu, apa benar enggak? Enggak ada. Jadi sampai sekarang kita masih dalam kesimpulan yang pernah saya sampaikan (bunuh diri)," katanya.

Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo bikin heboh. Yodi ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020.

Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hijau, celana hitam, tas selempang hitam, memakai sepatu, dan masih mengenakan helm.

"(Lokasi temuan) di samping tembok tol," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Budi Sartono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 10 Juli 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi setelah melihat sepeda motor di sebuah warung bensin dalam keadaan mesin sudah dingin. Beberapa saat kemudian, sejumlah anak yang sedang bermain layangan di pinggir jalan tol melihat ada sesosok mayat laki-laki yang tergeletak.

Dua pekan lamanya polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pada awalnya Yodi sempat diduga dibunuh. 

Namun, hasil penyelidikan menyimpulkan lain. Lewat lima analisis yang dilakukan polisi, Yodi dinyatakan bunuh diri, bukan dibunuh oleh orang lain. (*)

loading...
 Sumber : vivanews.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 28 September 2020 - 13:41:49 WIB

    Digugat Anak Pak Harto, Menkumham Mengaku Siap

    Digugat Anak Pak Harto, Menkumham Mengaku Siap HARIANHALUAN.COM - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan siap menghadapi gugatan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara terkait keputusan yang mengesahkan kepengurus.
  • Jumat, 25 September 2020 - 20:33:36 WIB

    Ganbatte! Sri Mulyani Mengaku Siap Hadapi Resesi Indonesia

    Ganbatte! Sri Mulyani Mengaku Siap Hadapi Resesi Indonesia HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan siap menghadapi resesi ekonomi yang terjadi di Indonesia..
  • Jumat, 25 September 2020 - 10:01:31 WIB

    Gatot Nurmantyo Mengaku Sempat 3 Kali Tolak Permintaan Jokowi

    Gatot Nurmantyo Mengaku Sempat 3 Kali Tolak Permintaan Jokowi HARIANHALUAN.COM - Ternyata Gatot Nurmantyo mengaku pernah menolak permintaan Presiden Joko Widodo yang ingin mengangkatnya menjadi Panglima TNI. Hal itu dia ungkapkan dalam wawancara khusus bersama tvOne Kamis petang kemarin.
  • Jumat, 04 September 2020 - 07:14:09 WIB

    Pemerintah Mengaku Belum Mampu Kendalikan Kasus Korona

    Pemerintah Mengaku Belum Mampu Kendalikan Kasus Korona HARIANHALUAN.COM - Pemerintah melalui juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengakui bahwa hingga kini Indonesia belum mampu menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan konsisten..
  • Kamis, 27 Agustus 2020 - 18:52:43 WIB

    Din Syamsuddin Mengaku Heran: KAMI Ajukan Pikiran Kritis tapi Kenapa Diserang Pribadi?

    Din Syamsuddin Mengaku Heran: KAMI Ajukan Pikiran Kritis tapi Kenapa Diserang Pribadi? HARIANHALUAN.COM - Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin, mengaku heran saat banyak orang menyerang secara pribadi, padahal KAMI hadir dengan memberikan koreksi atas hal-hal yang dianggap suda.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]