Beri Efek Jera, Pelaku Pelecehan Seksual di Aceh akan Dihukum Rajam


Kamis, 10 September 2020 - 23:58:28 WIB
Beri Efek Jera, Pelaku Pelecehan Seksual di Aceh akan Dihukum Rajam ilustrasi hukuman rajam

HARIANHALUAN.COM - Komisi I DPR Aceh mewacanakan hukuman rajam serta hukuman ganda bagi pelaku pelecehan seksual di provinsi ujung barat Indonesia ini. Ketua Komisi I DPR Aceh Tgk Muhammad Yunus M Yusuf di Banda Aceh, Kamis menyatakan, hukuman rajam serta hukuman ganda bagi pelaku kekerasan seksual agar pelecehan seksual benar-benar menimbulkan efek jera maupun pembelajaran bagi orang untuk tidak melakukannya.

"Wacana hukuman rajam maupun hukuman ganda bagi pelaku setelah adanya saran dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat, menyusul meningkatnya kasus pelecehan seksual di masyarakat," kata Tgk Muhammad Yunus M Yusuf.

Tgk Muhammad Yunus M Yusuf mengatakan, pelaku pelecehan seksual seperti zina dalam Islam hukumannya bisa hukuman mati. Hukuman rajam merupakan hukuman mati dilakukan perlahan-lahan. Sedangkan untuk hukuman ganda, kata Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, pelaku selain dihukum cambuk berdasarkan hukum syariat Islam di Aceh, juga bisa dikenakan hukuman pidana.

Menurut politisi Partai Aceh tersebut, sebelum wacana ini dikembangkan perlu ada kesimpulan bersama para pihak seperti lembaga peradilan di antara pengadilan negeri, mahkamah syariah, kepolisian, Pemerintah Aceh maupun lainnya. "Tujuannya bagaimana menguatkan pelaksanaan hukuman syariat Islam di Aceh. Jadi, perlu formulasi bagaimana perbuatan pelecehan seksual tersebut mendapatkan hukuman setimpal," kata Tgk Muhammad Yunus M Yusuf.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menyatakan tren pelecehan seksual mendominasi kasus kekerasan perempuan dan anak di Aceh sepanjang 2020. Kepala Divisi Advokasi Kampanye KontraS Aceh Azharul Husna menyebutkan ada 379 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2020. Sebanyak 179 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 200 kasus kekerasan anak.

"Pelaku lebih banyak dihukum cambuk, bukan dipenjara. Setelah dihukum cambuk, pelaku kembali ke masyarakat dan berpeluang bertemu dengan korban. Dan ini akan menyebabkan persoalan mental bagi korban," kata Azharul Husna. (*)

loading...
 Sumber : Antara /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 28 September 2020 - 18:45:28 WIB

    Isu Hancurkan Ribuan Masjid di Xinjiang, Kemenag Minta China Beri Kejelasan

    Isu Hancurkan Ribuan Masjid di Xinjiang, Kemenag Minta China Beri Kejelasan HARIANHALUAN.COM - Beredar informasi bahwa otoritas China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang dan menahan jutaan Muslim Uighur pada sebuah kamp. Diberitakan juga bahwa mereka dipaksa menghentikan kegiatan tradisiona.
  • Senin, 28 September 2020 - 07:31:17 WIB

    Cihuy Banget Nih! Ada Wacana Orang Pakai Masker Diberi Uang

    Cihuy Banget Nih! Ada Wacana Orang Pakai Masker Diberi Uang HARIANHALUAN.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan ada wacana memberikan penghargaan pada mereka yang menaati protokol kesehatan. Menurutnya selama ini memberikan penghargaan pada mereka yang melanggar protokol.
  • Sabtu, 26 September 2020 - 23:07:35 WIB

    PLN Angkat Komisaris Baru, Berikut Susunan Lengkapnya

    PLN Angkat Komisaris Baru, Berikut Susunan Lengkapnya HARIANHALUAN.COM - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN Persero pada 23 September memutuskan untuk mengangkat dan menetapkan Muhammad Yusuf Ateh dan Mohammad Rudy Salahuddin sebagai Komisaris PLN. Diketahui, Muhammad Yusuf.
  • Sabtu, 26 September 2020 - 18:34:09 WIB

    Sumatera Barat Diganti Jadi Provinsi Minangkabau, Sekjen MUI Beri Dukungan

    Sumatera Barat Diganti Jadi Provinsi Minangkabau, Sekjen MUI Beri Dukungan HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengaku sangat setuju dengan gagasan mengganti nama Sumatera Barat menjadi Propinsi Minangkabau. Nama Minangkabau selain mencerminkan salah satu.
  • Sabtu, 26 September 2020 - 07:58:22 WIB

    Berikut 8 Klaster Baru Penularan Covid-19

    Berikut 8 Klaster Baru Penularan Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Pemerintah kembali memperbarui data perkembangan COVID-19 di Indonesia. Per tanggal 22 September 2020 lalu, telah dilakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 43.896 dari 31.065 orang, jadi total spesimen yang t.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]