Cawalkot dari PDIP Ini Ngaku Alami Pelecehan Seksual oleh Paslon PKS


Jumat, 11 September 2020 - 09:29:13 WIB
Cawalkot dari PDIP Ini Ngaku Alami Pelecehan Seksual oleh Paslon PKS Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Bakal calon wali kota Depok yang diusung PDI Perjuangan, Afifah Alia menyebarkan pengakuan terkait dugaan pelecehan seksual yang ia terima dari pasangan calon (paslon) lawannya Imam Budihartoni alias IBH yang diusung PKS.

Afifah dan Imam merupakan lawan di Pilwalkot Depok yang akan digelar 9 Desember nanti. Afifah yang diusung PDIP berpasangan dengan Pradi Supriyatna. Sedangkan Imam berpasangan dengan Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Dalam rilisnya, Afifah mengaku merasa terlecehkan dengan lontaran IBH kepadanya dengan berkata, "sekamar sama saya saja, bu Afifah".
 
Ucapan IBH itu, kata Afifah, terjadi saat keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pencalonan Pemilihan Wali Kota Depok 8 September lalu, di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

"Saat itu saya merasa geram, saya sangat marah, namun saya memilih diam. Saya sedang mempersiapkan diri untuk pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama dua hari," kata Afifah dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Afifah menuturkan kejadian itu bermula saat keduanya bersama paslon lain menjalani pemeriksaan kesehatan selama dua hari di Bandung. Peristiwa itu terjadi di hari pertama, kala keduanya mendapat pembagian kamar menginap untuk bakal calon kepala daerah.

Berdasarkan pembagian kamar oleh petugas RS, para calon mendapat ruang saling bersebelahan.

"Saat petugas RS menginformasikan kamar saya, tiba-tiba Pak Imam Budi melontarkan ujaran 'sekamar sama saya saja bu Afifah'," ucap dia.

Saat kejadian tersebut, Afifah menyebut Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yang turut menyaksikan peristiwa itu hanya terkekeh mendengar ujaran Imam.Idris sendiri enggan berkomentar saat dimintai klarifikasi, lewat pesan singkat.

Afifah kemudian mengungkapkan kejadian yang menimpanya saat perjalanan pulang kembali ke Depok. Kata dia, tim yang mendampinginya marah.

Afifah menilai ucapan IBH telah merendahkan dirinya sebagai perempuan. Kendati ucapan anggota DPRD Jawa Barat itu bermaksud bercanda, menurutnya, ucapan itu menyiratkan ketidakpedulian terhadap perempuan.

"Apa maksudnya melontarkan 'sekamar sama saya saja bu Afifah' ketika pembagian kamar isolasi bagian dari prosedur pemeriksaan kesehatan paslon. di Rumah Sakit," ucap Afifah.

Padahal, Afifah mengaku kala itu dirinya telah berpakaian sopan, menutup aurat dan berjilbab. Oleh sebab itu, ia menyesalkan ucapan IBH. Afifah menilai IBH telah melakukan hal yang tidak pantas karena berpikiran mesum.

Dia juga menyesalkan respons Idris yang menyaksikan kejadian itu, justru tertawa terbahak-bahak.

"Mungkin mereka merasa ini adalah hal yang lucu. Saya ingin tahu, bagaimana jika hal ini terjadi pada ibu mereka, istri mereka, atau anak perempuan mereka, apakah mereka akan diam dan tenang-tenang saja?" Ujar Afifah.

"Jika jawabannya iya, selesai perkara, jelas kita berbeda. Mereka adalah patriarki yang tidak menganggap keberadaan perempuan bisa dalam posisi yang sama sebagai manusia," imbuhnya.

Tanggapan Imam

Imam membantah tudingan Afifah dan menyebut keterangan Afifah tidak sesuai seperti yang terjadi sebenarnya.

Dalam versi Imam, insiden itu terjadi saat kedua paslon berkumpul.

"Jadi peristiwa itu aja salah menurut saya, ya. Walaupun banyak saksi, tapi kan belum tentu mereka mendengar semua," ujar Imam lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/9) malam.

Imam yang mengaku kenal lama dan dekat dengan Idris, maupun lawannya Pradi, mengaku kikuk saat mereka berkumpul sebagai calon di Pilkada. sehingga ia coba mencairkan suasana.

Kala itu, ujar Imam, dirinya berbincang seputar pencalonan mereka, terutama terkait Pradi Supriyatna yang berpasangan dengan Afifah. Padahal, menurut Imam, jika Pradi dan Idris kembali berpasangan akan sulit untuk dikalahkan.

"Terus saya bilang belum tentu. Kalau Abang (Pradi) berpasangan dengan Pak Wali (Idris), saya berpasangan dengan Afifah. Saya bilang gitu, becandaan aja sebenernya," kata dia.

Di tengah canda itu, Imam mengaku melihat Afifah duduk sendiri dan kemudian meminta Afifah mendekat dan mencairkan suasana.

Saat Afifah mulai mendekat, berdasarkan versi Imam, datang petugas RSHS untuk membagi kamar paslon, masing-masing calon satu kamar. Menurut pengakuan Imam, dirinya kemudian melontarkan pertanyaan bercanda.

"Oh gitu ya bu. Enggak bisa berdua, saya bilang gitu. Kalau berdua, saya sama Afifah, cucu saya. Saya bilang gitu kan. Jadi ada kalimat belakangnya yang enggak didengar sama dia. Mungkin karena kita pakai masker, kedua pakai face shield, mungkin kalimat tambahannya itu enggak didengar sama dia," ujar Imam.

Imam menyebut dirinya heran mendengar pernyataan versi Afifah terutama mengenai keterangan tempat. Ia menyebut kejadian berlangsung di taman, sementara menurutnya Afifah menyatakan peristiwa saat perjalanan menuju kamar. Sebagai catatan, dalam keterangan tertulis yang didapatkan CNNIndonesia.com, Afifah tidak mencantumkan lokasi peristiwa.

"Ketika saya tahu kondisinya pengen ke lift, terus saya langsung ngomong bahwa saya bilang sekamar dengan saya, kalau menurut saya itu peristiwa yang bohong," kata dia.

Lebih lanjut, Imam menuturkan bahwa dirinya baru mengenal Afifah kala itu. Pertemuan keduanya juga adalah yang pertama.

Serangan Politik Jelang Pilkada

Kendati demikian, Imam menduga pengakuan Afifah merupakan serangan terhadap dirinya sebagai lawan di Pilkada Depok. Namun, dia menyesalkan cara kampanye Afifah dengan menjatuhkan dirinya dan tidak substantif dengan gagasan.

"Ya ini kan Pilkada, ya jelaslah. Segala sesuatunya berhubungan dengan Pilkada. Cuma maunya saya kalau di Pilkada itu, kontestasinya masalah gagasan, jangan yang seperti ini," kata dia.

Imam pun menegaskan enggan meminta maaf terkait ucapannya itu. Sebab, menurut dia, tak ada yang salah dengan ucapannya.

"Agak lucu aja kalau ada permintaan maaf. Karena kan saya enggak salah. Masalah kasusnya saya enggak salah. Apa yang harus diminta maaf. Kan, gitu," pungkasnya.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]