Presiden AS Ajak Negara Lain Segera Gabung ke Perjanjian Damai Israel-UEA


Jumat, 11 September 2020 - 10:36:26 WIB
Presiden AS Ajak Negara Lain Segera Gabung ke Perjanjian Damai Israel-UEA Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut bahwa ada kemungkinan negara lain segera bergabung dalam perjanjian diplomatik antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA). Trump tidak menyebut nama negara yang dia maksud.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (11/9/2020), Trump diketahui akan menjadi tuan rumah untuk seremoni penandatanganan pada Selasa (15/9) mendatang, yang akan dihadiri delegasi Israel dan UEA.

Para perundingnya telah berupaya mendapatkan negara-negara Teluk lainnya, seperti Bahrain dan Oman, untuk bergabung dalam menormalisasi hubungan dengan Israel. Bulan lalu, Israel dan UEA sepakat untuk menormalisasi hubungan dalam kesepakatan yang dimediasi oleh Trump.

"Pekan depan di Gedung Putih, kita akan melakukan penandatanganan antara UEA dan Israel, dan kita bisa mendapatkan negara lain ditambahkan ke dalamnya," cetus Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

"Dan saya akan memberitahu Anda bahwa negara-negara mengantre ingin bergabung ke dalamnya," klaimnya.

Trump tidak mengungkapkan lebih lanjut nama negara yang dia klaim akan menyusul perjanjian Israel-UEA. Namun, dia memperkirakan bahwa Arab Saudi pada akhirnya akan melakukannya juga.

"Anda akan mendengar negara-negara lain bergabung dalam waktu yang relatif singkat. Dan Anda bisa mewujudkan perdamaian di Timur Tengah," sebutnya.

"Saya pikir apa yang pada akhirnya terjadi adalah Anda akan mendapatkan cukup banyak negara yang bergabung. Negara-negara yang besar akan bergabung. Saya telah bicara dengan Raja Arab Saudi, jadi kami berbicara. Kami baru memulai dialog. Dan Anda akan mendapatkan mereka bergabung," ujar Trump.

Kedutaan Besar Saudi di Washington DC tidak merespons pertanyaan soal apakah Duta Besar Saudi atau perwakilan Saudi lainnya akan ikut menghadiri seremoni penandatanganan di Gedung Putih, pekan depan.

Lebih lanjut, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Palestina, yang mengecam inisiatif perdamaian yang diajukannya, pada akhirnya 'akan kembali pada posisinya' dan membuka dialog.

"Terus terang, saya terkejut mereka belum bergabung ke meja (perundingan) lebih awal," ucap Trump, yang menyatakan bahwa AS akan mempertimbangkan untuk mencabut pembekuan bantuan untuk Palestina jika ada kesepakatan yang tercapai.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 26 September 2020 - 17:31:59 WIB

    Kasus Penipuan Warisan, Mary Trump Gugat Presiden Donald Trump

    Kasus Penipuan Warisan, Mary Trump Gugat Presiden Donald Trump HARIANHALUAN.COM-Pesiden Amerika Serikat Donald Trump digugat keponakanya sendiri, Mary Trump, dengan tuduhan bahwa Donald dan beberapa anggota keluarganya menipu dirinya menyangkut warisan senilai puluhan juta dolar AS..
  • Rabu, 16 September 2020 - 17:50:52 WIB

    Trump Akui Pernah Ingin Bunuh Presiden Suriah

    Trump Akui Pernah Ingin Bunuh Presiden Suriah HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui dirinya pernah ingin membunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dengan operasi militer tahun 2017 lalu. Namun keinginan Trump itu ditentang keras oleh e.
  • Senin, 14 September 2020 - 13:35:26 WIB

    Penyebab Erdogan Marah Ternyata Presiden Prancis Suruh Yunani Perang

    Penyebab Erdogan Marah Ternyata Presiden Prancis Suruh Yunani Perang HARIANHALUAN.COM - Terungkap. Ternyata ada pihak ketiga yang sangat menginginkan pecah perang antara Turki dengan Yunani. Siapakah dia?.
  • Senin, 24 Agustus 2020 - 10:18:07 WIB

    AS Buat RUU Baru, Sasar Presiden Xi Jinping?

    AS Buat RUU Baru, Sasar Presiden Xi Jinping? HARIANHALUAN.COM - Sebagaimana ditulis South China Morning Post, rancangan undang-undang (RUU) yang bernama Enemy Act dibuat Parlemen Amerika Serikat akan menyasar Presiden China Xi Jinping. Jika disetujui, mungkin Xi tidak a.
  • Jumat, 21 Agustus 2020 - 14:08:18 WIB

    Barack Obama Sindir Donald Trump Tak Becus Jadi Presiden AS

    Barack Obama Sindir Donald Trump Tak Becus Jadi Presiden AS HARIANHALUAN.COM - Mantan Presiden AS Barack Obama menyindir Donald Trump dalam pidatonya di Konvensi Nasional Demokrat pada Rabu malam. Ia menyebut Donald Trump orang yang malas dan tidak pantas duduk di Oval Office..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]