Analis Sebut PSBB Jakarta Tak Pengaruhi Harga Emas, Diproyeksi Bakal Mentok Segini


Jumat, 11 September 2020 - 12:30:19 WIB
Analis Sebut PSBB Jakarta Tak Pengaruhi Harga Emas, Diproyeksi Bakal Mentok Segini Ilustrasi emas antam

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah analis menilai pemberlakukan PSBB Jakarta tak bakal banyak mempengaruhi harga emas. Harga emas disebut bakal tetap mengikuti tren emas internasional yang sedang melemah.

"Jadi mungkin kenaikan harga emas tidak sekuat dan secepat kenaikan sebelumnya," ujar Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra seperti dilansir Detikcom, Jumat (11/9/2020).

Paling tinggi, kata Ariston harga emas pekan depan hanya mampu mencapai level Rp 1.060.000 dengan catatan bila rupiah mengalami pelemahan ke level Rp 15.000/US$.

"Mungkin ke Rp 1.060.000 per gram dengan catatan USD IDR di Rp 15.000 dan harga emas spot di $ 2000 troy ons," katanya.

Kisaran pergerakan harganya pun akan berada di angka Rp 4.000- Rp 10.000 selama beberapa minggu ke depan.

"Kalau di lihat dari rata-rata pergerakan 4 minggu terakhir, itu sekitar plus minus Rp 4.000- Rp 10.000 per gram per minggu. (Pekan depan) ia kelihatannya begitu (juga), tapi ini plus minus ya, artinya bisa naik atau bisa turun dengan kisaran range tersebut," ungkapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. Menurutnya harga emas bisa saja naik tapi itu sebenarnya karena ditopang oleh pelemahan rupiah akibat kebijakan PSBB Jakarta. Namun, pada dasarnya trennya akan melemah mengikuti emas internasional.

"Harga emas ini tetap turun karena mengikuti jejak langkah emas internasional cuma karena rupiahnya melemah, sehingga penurunannya pun juga tidak terlalu signifikan, ketahan gitu loh," terang Ibrahim.

Menurutnya, pergerakan harga emas internasional ke depan hanya mentok di level US$ 2.000 an per troy ons setelah itu arahnya akan turun lagi. Bila mencapai level support US$ 1.800 per troy ons malah bisa semakin turun ke bawah lagi harganya.

Untuk itu, bila penurunan tren harga emas tersebut diikuti dengan pelemahan rupiah hingga ke level Rp 17.000/US$, maka paling tinggi harga logam mulia tembus ke level Rp 1.050.000- Rp 1.060.000 saja.

"Kalau rupiahnya sampai ke Rp 17.000 misal, bisa saja nanti logam mulia itu akan di atas Rp 1.000.000 lagi, karena kemarin sempat mencapai level Rp 1.050.000 an hingga ke Rp 1.060.000 bisa saja akan ke situ, tetapi kalau seandainya emas internasionalnya turun mungkin kembali ke level Rp 1 jutaan itu sudah cukup," paparnya. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 02 Agustus 2020 - 13:09:49 WIB

    Analis Rekomendasikan Saham Ini saat Hantu Resesi Bergentayangan

    Analis Rekomendasikan Saham Ini saat Hantu Resesi Bergentayangan HARIANHALUAN.COM - Presiden Direktur Sequis Aset Manajemen, Sigit Pratama Wiryadi menilai masih belum jelasnya kondisi ekonomi dan berakhirnya pandemi saat ini, hanya ada beberapa jenis saham yang akan tahan banting. Walau di.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]