Mantap! Obat Tradisional Suku Dayak Ini Masuk Riset Obat Covid-19


Jumat, 11 September 2020 - 23:24:53 WIB
Mantap! Obat Tradisional Suku Dayak Ini Masuk Riset Obat Covid-19 Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman di Kampus Gunung Kelua di Samarinda, Kalimantan Timur. (istimewa)

HARIANHALUAN.COM - Dua jenis tanaman dan satu jenis madu hutan yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat Suku Dayak diklaim bisa membantu pengobatan Covid-19. Pengembangan potensi ketiganya diteliti ada yang sampai ke Jepang.

Dua jenis tanaman yang dimaksud adalah bengalai dan temu ireng. Jenis yang pertama disebut telah diteliti sejak 2008 untuk membuktikan khasiatnya menurunkan kolesterol dalam darah. Masyarakat Suku Dayak telah lebih dulu menggunakannya sebagai obat tradisional.

"Tentu saja saat itu belum ada Covid-19, dan penelitian tidak disebabkan wabah yang menyebar ke seluruh dunia itu," kata Swandari Paramita, peneliti di Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, Kamis 10 September 2020.

Swandari bersama koleganya, Enos Tangke Arung, meneliti kandungan dalam bengalai itu. Mereka menemukan, dengan minum air rebusan bengalai, kadar kolesterol turun dan imunitas tubuh meningkat.

"Tingkat kolesterol yang tinggi kan dapat memperlambat penyembuhan Covid-19," kata Ketua Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Hutan Tropika Kalimantan Timur, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman, itu.

Sebab temuannya itu, Swandari dan tim mendapat pendanaan untuk riset mengenai obat Covid-19 dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Penelitian lalu diarahkan pula kepada temu ireng dan madu kelulut.

Madu Kelulut dihasilkan oleh spesies lebah kecil yang tidak memiliki sengat yang antara lain disebut tawon klanceng (Trigona sp). Di alam, madu jenis ini diproduksi terbatas hingga membuat produknya lebih mahal dibandingkan madu dari lebah jenis lain.

Dari satu sarang tawon klanceng, Swandari menyebutkan, hanya dihasilkan lima liter madu keluut dalam setahun. "Ini berani kami klaim sebagai penghambat Covid-19. Teman-teman dari Universitas Kyushu, Jepang, yang mengujinya dengan virus,” katanya.

Sedang penelitian temu ireng sudah lebih maju karena sudah ada hak paten sebagai obat asma, jenis obat yang menurut Swandari dapat berperan sebagai obat Covid-19 berdasarkan gejala sesak napas. "Ramuan temu ireng ini akan diproduksi massal oleh sebuah perusahaan jamu ternama dan nama Universitas Mulawarman akan tercantum sebagai pemegang hak paten di labelnya,” kata dia. (*)

loading...
 Sumber : Tempo.Id /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 24 September 2020 - 12:03:50 WIB

    Mantap! Erick Thohir Sebut RI Sudah Bisa Bikin Obat Corona Sendiri

    Mantap! Erick Thohir Sebut RI Sudah Bisa Bikin Obat Corona Sendiri HARIANHALUAN.COM - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyatakan Indonesia akan memproduksi sendiri obat corona untuk pasien Covid-19, yakni favipiravir atau avigan serta oseltamivir..
  • Kamis, 17 September 2020 - 15:23:10 WIB

    Mantap! Sudah Ada 2,8 Juta Data Calon Penerima Subsidi Upah Tahap IV

    Mantap! Sudah Ada 2,8 Juta Data Calon Penerima Subsidi Upah Tahap IV HARIANHALUAN.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima 2,8 juta data calon penerima subsidi upah tahap IV dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dan melakukan pemeriksaan ulang data tersebut..
  • Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:35:45 WIB

    Mantap! Puluhan Ton Alkes dari Australia Mendarat di Indonesia

    Mantap! Puluhan Ton Alkes dari Australia Mendarat di Indonesia HARIANHALUAN.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima bantuan alat kesehatan dari pemerintah Australia, pada Sabtu (29/8/2020). Secara simbolis bantuan alat kesehatan tersebut diserahkan oleh Duta Besar Australia un.
  • Jumat, 28 Agustus 2020 - 19:44:07 WIB

    Mantap! Batik akan Masuk dalam Kurikulum Pendidikan Diplomat

    Mantap! Batik akan Masuk dalam Kurikulum Pendidikan Diplomat HARIANHALUAN.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menyatakan bahwa kementeriannya akan memasukkan edukasi mengenai batik ke dalam kurikulum pendidikan diplomat, dalam rangka memperkuat dan mempertajam diplomasi ba.
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 21:53:13 WIB

    Mantap! Sumbar jadi 1 dari 10 Provinsi yang Jadi Lumbung Beras di RI

    Mantap! Sumbar jadi 1 dari 10 Provinsi yang Jadi Lumbung Beras di RI HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat ada ada beberapa provinsi mampu menghasilkan padi atau beras cukup besar. Kapasitasnya bisa untuk memasok kebutuhan beras ke provinsi lain yang tak menghasilkan ata.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]