Beda Batuk karena Covid-19 dan Batuk Biasa, Kapan Harus Waspada?


Sabtu, 12 September 2020 - 21:43:11 WIB
Beda Batuk karena Covid-19 dan Batuk Biasa, Kapan Harus Waspada? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Dalam kasus virus corona atau covid-19, batuk merupakan salah satu gejalanya. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, tercatat 70% pasien positif bergejala menderita batuk.

Bagaimana cara membedakan batuk karena Covid-19 dan batuk biasa? Mengingat Covid-19 mengiritasi jaringan paru-paru, maka batuk menjadi kering dan berkepanjangan. Batuk itu disertai dengan sesak napas dan nyeri otot.

Saat virus mulai berkembang, jaringan paru-paru dipenuhi dengan cairan dan Anda mungkin merasa lebih sesak napas saat tubuh berjuang untuk mendapatkan cukup oksigen.

Beda batuk kering dan basah

Dikutip dari Science Alert, batuk basah mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan bagian bawah ke dalam mulut. Bunyi batuk basah ini disebabkan oleh cairan di saluran napas dan dapat disertai dengan suara mengi saat menarik napas.

Saluran napas bagian bawah memiliki lebih banyak kelenjar sekretorik daripada tenggorokan Anda, itulah sebabnya infeksi saluran pernapasan bagian bawah menyebabkan batuk basah.

Sementara itu, batuk kering tidak menghasilkan dahak. Biasanya dimulai di bagian belakang tenggorokan dan menghasilkan suara kasar.

Batuk kering tidak melegakan saluran pernapasan sehingga penderita sering menggambarkannya sebagai batuk yang tidak memuaskan.

Senior Consultant Pulmonary Critical Care Medicine, Aster Prime Hospital, Dr Ravindra Nallagonda mengatakan, batuk kering terjadi karena terdapat peradangan atau iritasi pada saluran pernapasan.

"Orang mungkin merasakan atau mengalami rasa geli atau serak di bagian belakang tenggorokannya yang juga bisa memicu refleks batuk," kata dia dikutip dari Kontan.co.id, Sabtu (12/9/2020).

Batuk kering yang menandakan seseorang menderita virus corona adalah:

Batuk kering terus menerus

Batuk yang terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari

Tidak terjadi sesekali hanya karena berdehem atau ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan

Batuk ini merupakan sesuatu yang baru dirasakan penderita.

Batuk biasa

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC), batuk yang terjadi pada penderita influenza sering terjadi secara tiba-tiba. Penderita pun akan sembuh dalam waktu yang relatif singkat, yaitu kurang dari dua minggu.

Selain itu, batuk yang terjadi pada orang yang menderita flu akan disertai dengan pilek dan bersin-bersin, sementara penderita Covid-19 tidak mengalami itu.

Artinya, seseorang yang menunjukkan batuk disertai dengan pilek dan didahului oleh fase bersin, dimungkinkan ia terkena flu biasa.

Kapan harus waspada?

Jika menderita batuk kering dan mencurigai adanya infeksi virus corona, Anda harus mewaspadai gejala lain, seperti demam tinggi yang berlangsung lama, hilangnya rasa atau penciuman, sesak napas, dan masalah pencernaan.

Sementara, hal yang bisa dilakukan adalah meminum obat-obatan untuk meredakan batuk. Jika batuk terus-menerus, Anda bisa menggunakan bantal yang ditinggikan saat tidur. Hal ini dapat membantu mengurangi dan meredakan iritasi. (*)

loading...
 Sumber : Kontan.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]