Tim Gabungan BKSDA dan KLHK Bekuk Dua Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi di Pasaman


Sabtu, 12 September 2020 - 22:14:55 WIB
Tim Gabungan BKSDA dan KLHK Bekuk Dua Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi di Pasaman Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan. Dok ANTARA

HARIANHALUAN.COM - Dua orang pelaku perdagangan satwa dilindungi di Kabupaten Pasaman, diamankan Tim Gabungan BKSDA Sumbar dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dua orang pelaku berinisial, MN (47) dan PS (38) merupakan warga Nagari Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman. Para pelaku ini dibuat tak berkutik saat diamankan oleh petugas.

"Para pelaku kita amankan di Lubuksikaping, Kamis (10/09) sekitar pukul 19.30 WIB, tanpa perlawanan sama sekali," ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan kepada Harianhaluan.com, Sabtu (12/9/2020).

Ia mengatakan, para pelaku itu diamankan ketika mengangkut dan akan memperjualbelikan satwa dilindungi, berupa 2 ekor Kukang (Nyticebus Coucang), Sisik Trenggiling (Manis Javanica) dan sepasang tanduk Kambing Hutan (Carpricornus Sumatraensis).

"Hasil pemeriksaan sementara, pelaku MN merupakan aktor pemburu dan penjerat satwa seperti harimau, burung rangkong dan berbagai jenis satwa dilindungi lainnya. Dia spesialis tentang itu," ujarnya.

Selain itu, kata Khairi, pelaku MN juga merupakan penyalur dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi sampai ke luar daerah, seperti Dumai, Riau dan Batam, Kepri. Pelaku, selalu berhasil menghindar dari pemantauan petugas.

"Setidaknya dari pengakuannya, pelaku MN sudah memperjual belikan satwa berupa Harimau sebanyak 8 ekor dan ratusan paruh burung Rangkong. Pelaku terkenal ahli dan licin dalam aksinya," katanya.

Selain mengamankan kedua pelaku dan barang bukti, petugas gabungan juga mengamankan satu unit sepeda motor berplat merah (dinas) milik Pemerintah Nagari Sontang Cubadak. Untuk proses hukum lebih lanjut, pelaku diamankan ke kantor Pos Gakkum Kementerian LHK di Padang .

"Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polda Sumbar di Padang," ujarnya.

Lanjut Khairi, akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal 21 ayat 2 huruf a dan huruf d Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah.

"Saat ini tim gabungan KLHK sedang menelusuri pelaku lainnya dalam jaringan perdagangan yang pernah diperbuat oleh pelaku MN ini," katanya. (*)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]