Ada Wacana Libatkan Preman untuk Tegakkan Protokol Kesehatan di Pasar, Ampuhkah?


Ahad, 13 September 2020 - 12:10:25 WIB
Ada Wacana Libatkan Preman untuk Tegakkan Protokol Kesehatan di Pasar, Ampuhkah? ilustrasi preman

HARIANHALUAN.COM - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Suprapto menilai sah-sah saja melibatkan preman dalam menegakkan protokol kesehatan di pasar. Menurut Suprapto, preman memiliki power cukup kuat dan relatif dipatuhi. Preman menjadi salah satu "key persons" di lingkungan pasar yang dapat digunakan dalam penerapan teori sapu lidi.

Preman dilibatkan membantu pengawasan penerapan protokol kesehatan Covid-19 terhadap pengunjung dan pedagang di pasar, Seperti di pasar Besar dan Pasar Kahayan, Kota Palangkaraya. Pelibatan preman itu didukung Polda Kalimantan Tengah. Tak ada yang bisa menutup mata akan keberadaan mereka. Mereka memiliki power yang cukup kuat dan relatif dipatuhi. 

"Jika harus melibatkan preman maka pelibatannya sebatas menertibkan dengan cara-cara humanis, bukan memberi sanksi," kata Suprapto dikutip dari laman UGM.

Jika ingin menggerakkan bagian bawah untuk mekar, maka pukul atau tekan bagian atas. Bagian atas yang dimaksudkan tentu bisa unsur atau fungsionaris yang ada dalam struktur organisasi pasar, atau justru dari luar organisasi. Selain organisasi formal, di pasar juga dikenal ada organisasi non formal yang beranggotakan para kuli gendong, petugas parkir dan preman.

Keberadaan para pedagang dan pengunjung pasar harus mematuhi aturan main dari berbagai pihak, termasuk aturan main para preman. Para preman notabene sebagai penjamin keamanan di pasar, disamping petugas keamanan yang resmi. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]