Di Rumah Saja? Satgas: Jangan Pikir Aman dari Covid-19


Ahad, 13 September 2020 - 19:26:17 WIB
Di Rumah Saja? Satgas: Jangan Pikir Aman dari Covid-19 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa saat ini tidak ada orang yang kebal terhadap virus corona (Covid-19). Menurut dia, setiap orang memiliki kerentanan terhadap penularan virus.
Karena itu ia mengatakan tidak ada tempat yang aman meskipun itu di rumah.

"Pada dasarnya sekarang ini kita dengan mudah terpapar Covid-19. Karena di antara kita bisa jadi ada yang menjadi carrier, pembawa covid. Di rumah pun jangan kita pikir kita akan aman," kata Doni dalam agenda 'Radio Bertanya, Doni Monardo Menjawab', Minggu (13/9).

Doni menuturkan hal tersebut mengacu kepada data pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran, di mana 7 persen dari 944 pasien merupakan orang yang tidak pernah ke luar rumah. Ia bilang mereka tertular dari anggota keluarganya yang sering keluar-masuk rumah.

"Ketika ternyata ada salah satu keluarga kita terkena Covid-19, penyebabnya sudah pasti adalah di antara anggota keluarga yang beraktivitas di luar tanpa diketahui lantas akhirnya menulari kepada keluarga yang di rumah," ucapnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menyebut bahwa 70 hingga 90 persen pasien Covid-19 merupakan orang tanpa gejala (OTG). Mereka yang tanpa gejala kalau pulang ke rumah, menurut dia, bisa menjadi silent killer atau pembunuh potensial.

"Saya berani mengatakan ini karena data dan fakta sudah sangat banyak," imbuhnya.

Berdasarkan hal tersebut, Doni meminta agar mereka yang sering keluar-masuk rumah untuk membasuh diri dengan mandi usai bepergian.

Serta membatasi diri dengan anggota keluarga yang lain, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker (3M).

"Kita harus waspada selama 24 jam," tegasnya.

Selain menerapkan protokol kesehatan, Doni juga meminta masyarakat untuk rutin berolahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh.

"Kalau 3M ini kita lakukan ditambah dengan kepatuhan kita untuk beristirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik dan makan makanan yang berkualitas, saya yakin kita memiliki daya tahan yang lebih baik.

Per Minggu (13/9), jumlah akumulasi kasus positif corona di Indonesia berjumlah 218.382 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 155.010 sembuh dan 8.732 meninggal dunia. Demikian cnnindonesia.com.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 27 September 2020 - 23:40:05 WIB

    Wadaw! Gegara Pandemi, Angka Kelahiran Naik 10% di Indonesia

    Wadaw! Gegara Pandemi, Angka Kelahiran Naik 10% di Indonesia HARIANHALUAN.COM - Angka kelahiran di Indonesia pada tahun ini tercatat cukup tinggi. Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Dr.Ir.Dwi Listyawardani atau kerap disapa Dani menjelaskan, ada tambahan 400-500 ribu kelahiran di In.
  • Ahad, 27 September 2020 - 23:11:45 WIB

    Astaga! Beras Bansos Campur Biji Plastik Ditemukan di Cianjur

    Astaga! Beras Bansos Campur Biji Plastik Ditemukan di Cianjur HARIANHALUAN.COM - Temuan adanya biji plastik dalam kemasan beras 10 kilogram yang berasal dari program bantuan sosial Kementerian Sosial RI (BPNT) terus terjadi..
  • Ahad, 27 September 2020 - 22:37:06 WIB

    Di Mata Pemerintah, Mubah Nonton Film G30S/PKI 

    Di Mata Pemerintah, Mubah Nonton Film G30S/PKI  HARIANHALUAN.COM - Sejumlah pihak menyoroti pemutaran film G30S/PKI yang menjadi polemik di tengah masyarakat. Menko Polhukam Mahfud Md menyebut pemerintah tidak melarang setiap orang yang akan menonton atau tidak menonton fi.
  • Ahad, 27 September 2020 - 21:53:19 WIB

    Bukan Resesi, Ternyata Ini yang Paling Ditakuti Pengusaha

    Bukan Resesi, Ternyata Ini yang Paling Ditakuti Pengusaha HARIANHALUAN.COM - Ekonomi Indonesia di kuartal III 2020 hampir pasti tumbuh minus seperti yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani. Artinya, resesi sudah nyata, dan sedang berlangsung saat ini. Ramalan ini juga disampaikan Wakil .
  • Ahad, 27 September 2020 - 20:20:52 WIB

    Bambang Trihatmodjo Dicekal karena Ditagih Rp 50 Miliar oleh Menkeu

    Bambang Trihatmodjo Dicekal karena Ditagih Rp 50 Miliar oleh Menkeu HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mencekal Bambang Trihatmodjo terkait piutang penyelenggaraan Sea Games 1997. Sri Mulyani menyodorkan utang yang harus dibayar putra ketiga Presiden Soeharto itu sebesar.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]