Moto GP San Marino, Ketika Valentino Rossi harus Diasapi Muridnya Sendiri


Senin, 14 September 2020 - 19:57:10 WIB
Moto GP San Marino, Ketika Valentino Rossi harus Diasapi Muridnya Sendiri Valentino Rossi di Moto GP San Marino.

HARIANHALUAN.COM - Valentino Rossi gagal meraih podium ke 200-nya di Sirkuit Misano (Marco Simoncelli), San Marino, Minggu (13/9) waktu setempat. Ironisnya, Rossi gagal mencapai target tersebut setelah diasapi anak didiknya sendiri. Juara satu dan dua MotoGP San Marino adalah Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia, yang sama-sama menimba ilmu balap di sekolah balap milik Rossi, VR46 Academy. 

Rossi sendiri hanya berhasil finis di peringkat 4. Morbidelli yang membalap di bawah panji Petronas Yamaha SRT tampil mengesankan sepanjang seri balap keenam MotoGP 2020. Pebalap dengan ciri khas rambut gondrong itu tidak terkejar sejak awal-awal lap, kendati Rossi hampir menyalipnya. The Doctor pun terus menguntit pergerakan Morbidelli di depan dan berharap bisa mendahuluinya di satu kesempatan. 

Namun Rossi perlahan melambat lantaran kondisi ban yang aus. Momen itu pun sukses dimanfaatkan Bagnaia. Bagnaia yang membesut Ducati GP20 terus mendekati mentornya sendiri. Dan saat balapan menyisakan 7 lap lagi, Bagnaia yang sudah mendahului Alex Rins (Suzuki Ecstar) berhasil menyalip Rossi.

Kendati Morbidelli dan Bagnaia bersaing dengan gurunya sendiri, mereka berdua tampaknya tidak sungkan untuk bertarung mati-matian memperebutkan podium. Seusai mengasapi gurunya, Morbidelli dan Bagnaia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Rossi yang telah berjasa besar pada perkembangan karier mereka di dunia balap.

"Valentino adalah seorang juara, dia memiliki banyak fasilitas untuk digunakan, untuk bekerja dan untuk jadi pebalap yang baik, juga menjadi seorang profesional dan atlet yang baik. Dia telah mengeluarkan semua pengetahuan dan fasilitasnya untuk membimbing kami, jadi itu adalah tindakan yang sangat mulia darinya. Dia seorang teman dan saya suka memanggilnya paman besar, karena saya ingin memberinya rasa hormat yang besar," kata Morbidelli.

"Dia mengandalkan kami untuk menjadi lebih kuat hari ini (di Misano) dan di Jerez. Jadi kami saling membantu, dan kami selalu meminta masukan dari Vale untuk tahu caranya menjadi lebih cepat," sambung Bagnaia.

Sebelumnya kepada GPone, Rossi mengungkapkan perasaannya setelah diasapi oleh anak-anak didiknya sendiri. "Ada momen saat balapan, saya berpikir: siapa sih yang punya ide (mendirikan) akademi ini? Saya pikir ini bukan ide bagus, jika kamu lihat apa yang terjadi hari ini," canda Rossi.

Di sisi lain, Valentino Rossi sedikit kecewa sebab ia gagal podium bersama kedua anak didiknya. Menurutnya, hal itu bisa menjadi sejarah baru di dunia balap MotoGP. "Ini merupakan kepuasan yang sangat besar, karena menurut saya, ini adalah sesuatu yang unik di level ini. Jika kami berhasil membawa kami bertiga naik podium, itu akan menjadi hal yang bersejarah. Saya agak sedih, karena saya satu-satunya yang kalah. Tapi di sisi lain, saya senang," jelasnya.

Kebahagiaan Rossi juga muncul menyusul hasil balap di kelas Moto2. Sebab dua anak didiknya di Sky Racing VR46, Luca Marini dan Marco Bezzecchi, sukses meraih podium pertama dan kedua di MotoGP San Marino. (*)

loading...
 Sumber : Detik.com /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]