Baru Mulai, PSBB DKI Bisa Otomatis Lanjut hingga 11 Oktober lho


Selasa, 15 September 2020 - 08:42:19 WIB
Baru Mulai, PSBB DKI Bisa Otomatis Lanjut hingga 11 Oktober lho Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dipastikan dapat secara otomatis memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 11 Oktober 2020 mendatang.

Keputusan ini akan diberlakukan apabila masih terjadi lonjakan penambahan kasus harian positif virus corona (Covid-19) di kawasan Ibu Kota, sesuai dengan Keputusan Gubernur (Kepgub) 959/2020 tentang Pemberlakuan PSBB dalam penangananan Covid-19 di DKI Jakarta.

"Dalam hal terjadi peningkatan kasus baru Covid 19 secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19t tingkat provinsi, pemberlakuan PSBB dapat diperpanjang selama 14 hari berikutnya, sampai 11 Oktober 2020," bunyi diktum kedua Kepgub, seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2020).

Adapun perpanjangan tersebut nantinya berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. Kepgub ini telah diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 11 September 2020.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberlakukan PSBB ketat sejak Senin (14/9/2020) hingga dua pekan ke depan. Kegiatan di kawasan Ibu Kota pun dibatasi.

PSBB yang diberlakukan tidak seperti masa PSBB saat awal pandemi. Namun, pemerintah provinsi telah menutup dan membatasi sejumlah kegiatan yang berpotensi menjadi pemicu penyebaran Covid-19 seperti perkantoran, pusat berbelanjaan, hingga restoran.

Pada 14 September kemarin, di hari pertama PSBB, kasus aktif virus corona (Covid-19) mencatatkan penurunan di DKI Jakarta.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus di DKI Jakarta kemarin bertambah 879 kasus menjadi 55.099. Angka ini turun dibanding pertambahan kasus hari sebelumnya pada Minggu (13/9/2020) sebanyak 1.380 kasus.

Adapun untuk kasus sembuh juga melampaui kasus baru. Pasien sembuh bertambah 1.494 orang sehingga totalnya menjadi 42.245. Selanjutnya kasus meninggal bertambah 27 menjadi 1.418 kasus.

Hal ini menyebabkan kasus aktif Covid-19 di Jakarta turun menjadi 11.436, dibandingkan dengan Minggu yang tercatat 12.078 kasus.(*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 27 September 2020 - 15:36:12 WIB

    Ini Sebaran 3.874 Kasus Baru COVID-19 Per 27 September, DKI Jakarta Paling Tinggi

    Ini Sebaran 3.874 Kasus Baru COVID-19 Per 27 September, DKI Jakarta Paling Tinggi HARIANHALUAN.COM - DKI Jakarta lagi-lagi menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.217 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 437 kasus baru per 27 September..
  • Ahad, 27 September 2020 - 13:26:36 WIB

    Muhadjir: Di Masa Pandemi, Kita Baru Menyadari Sehat Itu Mahal

    Muhadjir: Di Masa Pandemi, Kita Baru Menyadari Sehat Itu Mahal HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, peran ilmuwan sosial di masa pandemi Covid-19 ini sangat strategis. Apalagi di masa pandemi ini, berbagai.
  • Ahad, 27 September 2020 - 07:30:12 WIB

    Mantap Nih! Erick Thohir Sebut Ada Bansos Baru

    Mantap Nih! Erick Thohir Sebut Ada Bansos Baru HARIANHALUAN.COM - Sejumlah program jaring pengaman sosial atau social safety net kemungkinan akan dilanjutkan hingga 2021. Bahkan, akan menambahkan sejumlah program baru bagi masyarakat yang terdampak Covid-19..
  • Sabtu, 26 September 2020 - 23:07:35 WIB

    PLN Angkat Komisaris Baru, Berikut Susunan Lengkapnya

    PLN Angkat Komisaris Baru, Berikut Susunan Lengkapnya HARIANHALUAN.COM - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN Persero pada 23 September memutuskan untuk mengangkat dan menetapkan Muhammad Yusuf Ateh dan Mohammad Rudy Salahuddin sebagai Komisaris PLN. Diketahui, Muhammad Yusuf.
  • Sabtu, 26 September 2020 - 09:37:15 WIB

    PKS Kritik Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

    PKS Kritik Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto kritik sikap lamban Pemerintah soal program pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Padahal saat ini, Indonesia memerlukan sumber energi alternatif yang lebih berk.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]