Kecam Penusukan Syekh Ali Jaber, Menag: Ulama Itu Pewaris Nabi, Mereka Harus Dilindungi


Selasa, 15 September 2020 - 17:13:18 WIB
Kecam Penusukan Syekh Ali Jaber, Menag: Ulama Itu Pewaris Nabi, Mereka Harus Dilindungi Menag Fachrul Razi. Dok Kemenag RI

HARIANHALUAN.COM - Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tidak habis pikir, dan sekaligus mengecam keras, dua kejadian beruntun serangan terhadap tokoh agama belakangan ini. Pertama penusukan yang melukai Syekh Ali Jaber di Lampung, dan kedua bahkan menewaskan seorang imam ketika shalat Subuh di sebuah masjid di Tanjung Rancing, Kayu Agung, Ogan Komering Hilir, Sumatera Selatan.

"Dalam Islam, ulama adalah pewaris para nabi. Merekalah yang mendapat amanah menyampaikan pesan-pesan ilahi dan kemanusiaan di muka bumi, membunuhnya adalah sebuah kejahatan ganda”, ujar Menag dengan penuh empati, di Jakarta, dikutip dari Kemenag RI, Selasa (15/09).

Menag berharap kita semua belajar dari kisah Usamah bin Zaid, seorang penglima perang termuda yang pernah membunuh lawannya dalam sebuah perang jihad fi sabilillah. Usai perang, Usamah bercerita kepada Rasulullah bahwa dalam perang ia berhadapan dengan seorang laki-laki bernama Mirdas bin Nahik. Saat Usamah berhasil memojokkan dan hendak menghabisinya, Mirdas mengucapkan syahadat. Tapi Usamah tetap saja menusuk dan membunuhnya.

Menag melanjutkan, mendengar cerita sahabatnya itu, Rasul menegur, "Bagaimana bisa engkau membunuh orang yang sudah mengucap kalimat syahadat?" Rasul menegur Usamah yang tetap membunuh laki-laki itu, padahal dia telah mengucapkan syahadat, karena seorang Muslim sesungguhnya tidak berhak menilai isi hati dan kebenaran keislaman seseorang.

Menag menceritakan kembali kisah Usamah bin Zaid itu untuk mengingatkan bahwa agama tidak mengajarkan untuk menyakiti, apalagi membunuh sesama. “Dalam pesan terakhirnya ketika haji wada’, Rasulullah tegas berpesan bahwa haram bagi setiap insan untuk menumpahkan darah saudaranya. Ini adalah pesan kemanusiaan tertinggi dalam Islam”, tegas Menag.

Dalam sejarah, Usamah pun sangat menyesali perbuatannya. Ia lalu berjanji tak akan pernah lagi membunuh orang ataupun musuh yang telah mengucapkan syahadat. Saat terjadi perselisihan antara Khalifah Ali dan Mu'awiyah,  Usamah memilih netral bersama sejumlah sahabat lainnya.

“Menumpahkan darah dan membunuh manusia tanpa alasan sangat bertentangan dengan esensi ajaran agama. Islam diyakini sebagai agama pembawa rahmat bagi alam semesta,” ujar Menag.

Indonesia adalah negara hukum yang konstitusinya dirumuskan dengan melibatkan para pemuka agama. Jangankan seagama, mencederai atau membunuh warga negara beda agama pun adalah sebuah kejahatan hukum.

“Karenanya saya sangat mengecam kejadian penyerangan dan pembunuhan terhadap ulama ini. Semoga ini yang terakhir kalinya terjadi. Saya percaya penegak hukum bisa tuntas mengusut dan menindak pelakunya, sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Menag. (*)

loading...
 Sumber : Kemenag RI /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 30 Agustus 2020 - 16:48:08 WIB

    Dinilai Barbar dan Biadab, MUI Kecam Aksi Robek dan Bakar Alquran di Eropa

    Dinilai Barbar dan Biadab, MUI Kecam Aksi Robek dan Bakar Alquran di Eropa HARIANHALUAN.COM -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam dan mengutuk para pelaku yang merobek dan membakar kitab suci Alquran di Oslo, Norwegia dan Malmo, Swedia. Menurutnya mereka telah melakukan tindakan barbar dan biada.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 04:11:33 WIB

    Kecam Abu Janda, Eks Ketua DPR: Orang Ini Hidup dari Hina Sesama Muslim

    Kecam Abu Janda, Eks Ketua DPR: Orang Ini Hidup dari Hina Sesama Muslim HARIANHALUAN.COM - Kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh penggiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda belakangan menjadi perbincangan. Bahkan, Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie turut berkomentar..
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 14:38:07 WIB

    Gayus Tambunan Dapat Remisi, Yasonna Dikecam

    Gayus Tambunan Dapat Remisi, Yasonna Dikecam HARIANHALUAN.COM - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengecam pemberian remisi khusus Lebaran 2020 kepada terpidana korupsi Gayus Tambunan. Mantan pegawai negeri sipil (PNS) Direktorat Jenderal Pajak itu diberi penguran.
  • Kamis, 16 April 2020 - 20:19:50 WIB

    11 Kecamatan di Sidoarjo Masuk Zona Merah Corona

    11 Kecamatan di Sidoarjo Masuk Zona Merah Corona SIDOARJO, HARIANHALUAN.COM - Wabah virus Corona meluas di Sidoarjo. Hingga saat ini ada 11 kecamatan yang masuk zona merah COVID-19..
  • Sabtu, 04 April 2020 - 14:18:40 WIB

    Kemenag Kecam Akad Nikah Secara Online

    Kemenag Kecam Akad Nikah Secara Online JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan jika tidak boleh ada calon pengantin yang melakukan akad nikah secara online. Akad nikah tetap harus dilakukan sesuai dengan syariat agama Islam, bagi calon .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]