Penyegelan Rumah Wabup Kabupaten Solok adalah Buntut dari Masalah Utang Piutang


Selasa, 15 September 2020 - 17:48:48 WIB
Penyegelan Rumah Wabup Kabupaten Solok adalah Buntut dari Masalah Utang Piutang Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Penyegelan terhadap rumah pribadi Wakil Bupati Kabupaten Solok, Yulfadri Nurdin adalah buntut dari permasalahan utang piutang antara dia (Yulfadri Nurdin) dengan mantan Anggota DPR-RI.

Informasinya, bahwa yang melakukan  penyegelan rumahnya itu adalah ormas Laskar Pelangi, atas suruhan Epyardi Asda yang kini juga maju Pilkada sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Solok 2020.

"Saya heran, ormas tersebut bisa melakukan penyegelan rumah saya atas suruhan Epyardi Asda," ujar Yulfadri Nurdin, saat dihubungi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Ditambahkannya, awal permasalahan pribadinya dengan yang bersangkutan. Tentu hal ini tidak ada hubungannya dengan ormas tersebut. Apalagi penyegelan itu tanpa sepengetahuan dirinya sebagai pemilik rumah.

Sebelumnya, kata dia, dirinya pernah memiliki masalah pribadi dengan Epyardi Asda, yaitu tentang utang piutang sebesar Rp500 juta. Kemudian utang tersebut telah dibayarkan dan permasalahan sudah dianggap selesai.

"Awalnya dulu saya dipinjamkan uang. Kemudian utang tersebut pun sudah saya bayarkan. Namun kalau merasa belum dibayarkan, silahkan tempuh jalur hukum," terang dia.

Lebih lanjut, Yulfadri menerangkan, utang piutang itu terjadi pada tahun 2015 lalu, ketika ia disuruh maju sebagai calon kepala daerah. Sementara dirinya tidak memiliki biaya dan kebetulan Epyardi mau membantu.

"Saya tidak ada uang untuk maju dan dia (Epyardi) mau membantu. Dikatakannya waktu itu, kalau jadi bupati dibantu, kalau jadi Wabup pinjam. Kemudian pinjaman itu saya terima karena saat sudah terlanjur meninggalkan kursi DPRD Sumbar selaku Ketua Komisi IV," tukasnya.

Terpisah, Epyardi membenarkan bahwa ormas Laskar Pelangi merupakan perintahnya sesuai surat kuasa. Penyegelan itu dilakukan karena rumah merupakan salah satu yang dijaminkan saat dalam utang piutang.

"Rumah adalah salah satu jaminan. Ormas ini tidak ada cara lagi untuk menagih utang makanya disegel. Karena sebelumnya sudah pernah ditemui, namun dia tidak mau dan bahkan kabur," terangnya.

Sementara diketahui, video penyegelan rumah milik Wakil Bupati Kabupaten Solok, Yulfadri Nurdin oleh sekelompok orang oleh sebuah ormas yang berseragam loreng hitam, putih, merah, beredar disebuah group WhatsApp.

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 56 detik itu, terjadi pada Selasa (15/9/2020) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Namun sesuai rekaman video, terlihat sejumlah orang memasang sebuah spanduk tanda penyegelan di depan rumah.

Spanduk itu bertuliskan, "rumah ini disegel sampai ada kelunasan utang".

"Acara penyegelan rumah bapak Yulfadri Nurdin karena belum membayar utang sama pak Epi. Ini perintah," kata salah seorang di dalam video saat penyegelan berlangsung.

Sementara nama Epi yang disebutkan dalam rekaman video adalah Epyardi Asda. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]