Gagal Tes Kesehatan, Satu Bacakada Asal Kabupaten Solok Dicoret dari Kontestasi Pilkada 2020


Selasa, 15 September 2020 - 18:28:39 WIB
Gagal Tes Kesehatan, Satu Bacakada Asal Kabupaten Solok Dicoret dari Kontestasi Pilkada 2020 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Amnasmen

HARIANHALUAN.COM - Setelah menjalani tes kesehatan di RSUP M Djamil Padang, salah satu Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) dari Kabupaten Solok dinyatakan tidak lolos. Tes kesehatan merupakan salah satu tahapan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat.

Bacakada tersebut yakni Iriadi Dt Tumanggung, diusung Partai Demokrat, Hanura, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Setelah dinyatakan tidak lolos, maka yang bersangkutan dicoret dari kontestasi politik lokal tersebut.

"Satu Bakal Calon dinyatakan gagal, kepada partai politik yang mengusungnya agar segera mencari penggantinya," ujar Ketua KPU Sumbar, Amnasmen, Selasa (15/9/2020).

Ditambahkannya, KPU Sumbar telah merekomendasikan kepada KPU Kabupaten Daerah agar partai yang mengusung Bacakada tersebut segera mencarikan gantinya dalam pelaksanaan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

"Kemudian ini pemeriksaan kesehatan ini adalah rekomendasi dan wewenang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Karena KPU juga bekerjasama dengan IDI tersebut," terang Amnasmen.

Terkait hal itu, kata dia, KPU Sumbar membolehkan partai pengusung mengganti Iriadi dengan bakal pasangan calon lain dan diberi waktu kepada parpol pengusung mulai Senin hingga Rabu (16/9/2020) mendatang.

"Dan ini adalah kewajiban KPU Kabupaten Solok untuk menyampaikan kepada partai pengusung agar mencarikan penggantinya sesuai waktu yang diberikan," tandasnya.

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Solok, Gadis membenarkan, bahwa memang ada satu dari empat balon bupati itu yang Tidak Memenuhi Syarat (TPS), berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan tim medis kepada KPU terhadap balon bupati yang diusung koalisi partai Demokrat, Hanura dan PDIP.

"Hasil rekomendasi yang kami diterima dari tim medis, tidak dijelaskan secara rinci persoalan-persoalan apa yang dialami balon bupati tersebut," terangnya.

Kemudian berdasarakan ketentuan PKPU No.1 Tahun 2020 yang sebagai mana diubah menjadi PKPU No. 9 Tahun 2020, dimana parpol dapat mengganti calon yang dinyatakan TMS. Maka bagi partai pengusung yang mengganti calon, diberi waktu 14 - 16 September ini.

Sementara diketahui, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yaitu pemeriksaan psikologi, pemeriksaan penyakit dalam, pemeriksaan neurologi, bedah, ortopedi, dan sebagainya. Ini bertujuan untuk memastikan paslon yang mengikuti Pilkada Sumbar benar-benar sehat. (*)

 

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]