Polemik Penyegelan Rumah Wabup Kabupaten Solok, Epyardi Asda: Beliau Punya Utang Rp1,2 Miliar


Selasa, 15 September 2020 - 20:38:50 WIB
Polemik Penyegelan Rumah Wabup Kabupaten Solok, Epyardi Asda: Beliau Punya Utang Rp1,2 Miliar Epyardi Asda

HARIANHALUAN.COM - Mantan anggota DPR RI, Epyardi Asda sebut utang Wakil Bupati Kabupaten Solok, Yulfadri Nurdin hingga miliaran rupiah. Dalam perjanjiannya, rumah adalah satu yang menjadi jaminan dalam peminjaman uang.

"Wabup punya utang kepada saya sebesar Rp1,2 miliar. Sedangkan dibayar baru Rp500 juta. Kemudian rumah Wabup yang disegel adalah salah satu jaminan dalam surat utang piutang," ujar Epyardi, Selasa (15/9/2020).

Ditambahkannya, Karena utang wabup sudah lima tahun tidak dibayarkan, maka dilakukan penyegelan rumah pribadi milik Wabup oleh ormas Laskar Merah Putih atas perintahnya. Karena ormas tersebut sudah sering mencoba menemui Wabup, tapi tidak pernah ditanggapi.

"Penyegelan rumah dilakukan ormas itu, karena yang bersangkutan (Yulfadri Nurdin) selalu menghindar saat ditagih," sebut Epyardi.

Dalam perjanjian utang piutang, kata dia, Wabup berjanji akan membayarkan utang hingga waktu satu tahun. Namun setelah lima tahun sampai sekarang, Wabup belum juga membayarnya.

"Melalui Laskar Merah Putih melalui surat kuasa, tidak ada cara lain lagi untuk menagih, maka dilakukan penyegelan rumah yang menjadi jaminan dalam perjanjian utang piutang tersebut," terangnya lagi.

Sementara itu, Yulfadri Nurdin mengatakan, bahwa ia memang ada masalah pribadi dengan Epyardi Asda. Permasalahan tersebut tidak ada hubungannya dengan ormas tersebut. Apalagi penyegelan itu tanpa sepengetahuan dirinya sebagai pemilik rumah.

"Awalnya dulu saya dipinjamkan uang. Kemudian utang tersebut pun sudah saya bayarkan sebesar Rp500 juta. Namun kalau merasa belum dibayarkan, silahkan tempuh jalur hukum," terang dia.

Lebih lanjut Yulfadri menerangkan, utang piutang itu terjadi pada tahun 2015 lalu, ketika ia disuruh maju sebagai calon kepala daerah. Sementara dirinya tidak memiliki biaya dan kebetulan Epyardi mau membantu.

"Saya tidak ada uang untuk maju dan dia (Epyardi) mau membantu. Dikatakannya waktu itu, kalau jadi bupati dibantu, kalau jadi Wabup pinjam. Kemudian pinjaman itu saya terima karena saat sudah sudah terlanjur meninggalkan kursi DPRD Sumbar selaku Ketua Komisi IV," tukasnya. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 12:32:25 WIB

    Polemik Tol Padang-Pekanbaru, Komisaris Hutama Karya : Kayak Menunggu Kelahiran, Kapan Ya?

    Polemik Tol Padang-Pekanbaru, Komisaris Hutama Karya : Kayak Menunggu Kelahiran, Kapan Ya? PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Saat ini pembangunan tol Padang-Pekanbaru tengah menjadi konsumsi publik. Betapa tidak, ketika seksi lain terus berjalan namun di seksi 1 Padang-Sicincin (sekarang Padang-Kapalo Hilalang) malah sta.
  • Senin, 24 Juni 2019 - 16:37:46 WIB

    Bupati Limapuluh Kota Jawab Polemik Soal Tambahan Belanja Rp 10,7 Miliar

    Bupati Limapuluh Kota Jawab Polemik Soal Tambahan Belanja Rp 10,7 Miliar LIMAPULUHKOTA, HARIANHALUAN.COM - Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi akhirnya menjawab polemik terkait penambahan belanja pada Tahun Anggaran (TA) 2018. Dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sastri Andiko .
  • Rabu, 07 Februari 2018 - 10:07:26 WIB
    PT KAI: PERNYATAAN ANGGOTA DPD TIDAK BERDASAR

    DPD: Kami Berwenang Urus Polemik Basko

    DPD: Kami Berwenang Urus Polemik Basko PADANG, HARIANHALUAN.COM – Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI Abdul Gafar Usman menyebutkan, dalam mencari jalan keluar persoalan PT KAI dan Basko, pihaknya telah berjalan lurus dan berkata benar sesuai kewenanga.
  • Senin, 30 Oktober 2017 - 19:24:05 WIB

    Polemik di Limapuluh Kota, Kepala Daerah Berhentilah Berkonflik

    Polemik di Limapuluh Kota, Kepala Daerah Berhentilah Berkonflik PADANG, HARIANHALUAN.COM – Polemik berkepanjangan di birokrasi Kabupaten Limapuluh Kota ibarat bola salju. Menggelinding dan kian besar.Banyak kalangan yang mulai jengah, dan meminta bupati dan wakil bupati berkaca, sebab p.
  • Selasa, 06 Desember 2016 - 01:25:42 WIB

    Pembangunan Gerbang Batas Tuai Polemik

    PAYAKUMBUH, HALUAN — Rencana Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk membangun gerbang batas daerah dengan Kota Payakumbuh yang terletak antara kawasan Ngalau dan Piladang, menuai protes. Gerbang batas kedua daerah yang .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]