Pakar Hukum Unand: Penyegelan Rumah Wabup Solok oleh Ormas Adalah Perbuatan Melanggar Hukum


Rabu, 16 September 2020 - 14:09:24 WIB
Pakar Hukum Unand: Penyegelan Rumah Wabup Solok oleh Ormas Adalah Perbuatan Melanggar Hukum Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Terkait penyegelan rumah pribadi Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) Laskar Merah Putih adalah perbuatan melanggar hukum.

Hal itu diungkap pakar hukum Universitas Andalas (Unand) Prof. Elwi Danil. Menurut dia, bahwa sebelum itu harus dilihat terlebih dahulu konteks perjanjian dalam utang piutang tersebut, kalau utang tidak dibayar, apakah rumah yang menjadi jaminan itu langsung milik orang yang memberikan utang.

"Kalau seandainya tidak, harus timbul sengketa terlebih dahulu ke pengadilan. Biasanya sengketa perdata kalau masalah utang piutang dan polisi tidak berwenang dalam penyelesaian perkara perdata," ujar Elwi, kepada Harianhaluan.com, Rabu (16/9/2020).

Tapi jika ada LSM atau ormas, kata dia, menyerobot dan menyegel rumah orang tanpa hak, itu adalah perbuatan yang salah di mata hukum. Sedangkan untuk sanksinya, ia kurang mengetahui secara detail. Tapi yang jelas, itu adalah perbuatan melanggar hukum.

"Atas tindakan itu, pak wabup ini bisa melaporkan ke polisi karena ketenangannya terganggu dengan penyerobotan rumahnya oleh orang lain tanpa hak," terang dia.

Dijelaskan Elwi, intinya pengadilanlah yang berhak melakukan penyitaan. Selain ormas atau LSM, polisi pun juga tidak berhak melakukan penyegelan rumah seseorang tanpa hak.

"Namun karena ini adalah masalah utang piutang menyangkut keperdataan, maka harus diselesaikan dulu secara perdata antara orang yang memberikan utang dengan yang penerima utang," tandasnya.

Sementara diketahui, video penyegelan rumah milik Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin oleh sekelompok yaitu sebuah ormas yang berseragam loreng hitam, putih, merah, beredar di sebuah group Whatshap.

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 56 detik itu, terjadi pada Selasa (15/9/2020) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Namun sesuai rekaman video, terlihat sejumlah orang memasang sebuah spanduk tanda penyegelan di depan rumah.

Spanduk itu bertuliskan, "rumah ini disegel sampai ada kelunasan utang".

"Acara penyegelan rumah Bapak Yulfadri Nurdin karena belum membayar utang sama pak Epi. Ini perintah," kata salah seorang di dalam video saat penyegelan berlangsung. Sementara nama Epi yang disebutkan dalam rekaman video, diduga adalah Epyardi Asda, merupakan mantan anggota DPR-RI.(*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]