PSBB Total Diterapkan Anies, Pengusaha Bus AKAP Kena Imbas


Rabu, 16 September 2020 - 20:03:48 WIB
PSBB Total Diterapkan Anies, Pengusaha Bus AKAP Kena Imbas Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ternyata Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang kembali diberlakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai Senin kemarin ikut berimbas pada bisnis bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). 

Seperti curhat Owner PO Bus Sumber Alam, Anthony Steven kepada detikoto. Anthony menceritakan setelah ada informasi mengenai diterapkan kembali PSBB Total di Jakarta, masyarakat takut keluar-masuk Jakarta.

"Pada tanggal 12-13 September 2020, memang ada peningkatan penumpang dari biasanya. Ini kesannya seperti melarikan diri dari Jakarta. Saya khawatir ini mungkin ada informasi yang tidak tersampaikan. Jadi orang berpikiran PSBB diterapkan sama seperti Jakarta akan lockdown, dan mereka keluar Jakarta pada tanggal 12-13 September 2020 kemarin, dan orang enggan keluar-masuk jakarta karena takutnya lockdown," cerita Anthony.

Akan Tetapi, lanjut Anthony, pengguna bus AKAP mulai landai saat bahkan cendurung turun drastis saat memasuki tanggal 14 September 2020 saat PSBB Total diterapkan.

"Dampaknya penurunan penumpang bus AKAP hingga 50 persen, baru mau melangkah kena lubang lagi (setelah ada PSBB transisi). Bahkan dari Sumatera pun dapat info dari sana trayek yang bersinggungan dengan Jakarta langsung turun drastis. Saat ini penumpang kami (PO Bus SUmber Alam) hanya mencapai 150 penumpang. Padahal rata-rata dari tanggal 1 September tren dari Agustus arus penumpang sudah mulai pulih, orang sudah mulai bekerja lagi, tapi Senin (14 September 2020) langsung drop 50 persen," kata Anthony.

"Ini sulitnya di dunia bisnis, kalau harga mahal atau murah itu relatif. Tapi kita perlu kepastian, kalau gini kita tidak mendapatkan kepastian ini yang susah. Harapannya, kalau bisa pak Gubernur DKI Jakarta Pak Anies, jangan langsung menerapkan PSBB terlebih dahulu baru mengeluarkan Juknis beberapa hari kemudian. Karena kalau sudah mengatakan PSBB duluan banyak isu yang berkembang ke mana-mana, ada yang mengatakan masuk ke Jakarta harus Rapid Test, ada yang bilang Jakarta Lockdown, harus pakai SIKM dan lain-lain. Ini yang membuat masyarakat enggan masuk Jakarta," ujar Anthony. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]