Facebook Promosikan Pendaftaran Petugas Pemilu AS Bagi Penggunanya


Rabu, 16 September 2020 - 23:07:23 WIB
Facebook Promosikan Pendaftaran Petugas Pemilu AS Bagi Penggunanya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Facebook merilis informasi pendaftaran petugas pemilu AS mulai akhir pekan ini bagi penggunanya. Facebook menyebarkan informasi ini melalui News Feeds pengguna yang terhubung dengan situs pendaftaran di masing-masing negara bagian tempat mereka tinggal.

Mark Zuckerberg, CEO Facebook menuturkan fitur ini hadir sebagai upaya perusahaan untuk mendukung penduduk Amerika Serikat agar mendukung Pemilu AS 2020. Targetnya, ada 4 juta pengguna yang mendaftar dan tentunya ikut memilih.

"Suara tiap penduduk berharga, dan dalam demokrasi, satu-satunya cara untuk mendapatkan pemimpin yang bisa diandalkan dan memastikan negara ini berjalan ke arah yang kita inginkan adalah dengan cara menyuarakan pilihanmu," tulis Zuckerberg dikutip dari Teknologi.id (Haluan Media Group), Rabu (16/9/2020).

Raksasa sosial media itu, bersama dengan perusahaan lain menawarkan cuti dibayar untuk para pekerjanya di Amerika Serikat yang tetap bekerja pada hari pemilihan umum.

Kelompok hak suara sudah memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa saja kekurangan petugas pemungutan suara pada November mendatang. Banyak petugas pemungutan suara adalah warga lansia yang memutuskan untuk tinggal di rumah pada saat pemilu akibat pandemi virus corona.

Pekerjaan yang harus dilakukan cukup mudah, termasuk menyapa para pemilih, memeriksa pendaftaran, lalu mengarahkan ke bilik suara. Warga yang berusia diatas 16 tahun bisa mendaftar untuk bekerja di tempat pemungutan suara.

Bulan lalu, Facebook meluncurkan pusat informasi pemungutan suara yang memberikan informasi mengenai pendaftaran serta perekrutan petugas pemungutan suara, lalu lanjut ke hal-hal spesifik mengenai proses pemungutan suara, dan tentunya, hasil akhir pemilu.

Facebook telah mengambil langkah untuk menghindari kekacauan terkait pemilu 2020 di platformnya. Facebook menegaskan akan berhenti menayangkan iklan yang berhubungan dengan politk, seminggu sebelum pemilu. Facebook juga membayar beberapa penggunanya untuk menutup akun mereka jelang pemilu, sebagai bagian dari eksperimen.

Tak hanya Facebook yang sudah mengambil langkah antisipasi Pemilu AS 2020, Google juga menghilangkan fitur auto-complete yang berhubungan dengan politik untuk menghindari asumsi bias terhadap salah satu calon presiden. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 02 September 2020 - 06:18:06 WIB

    Lewat Facebook Shops, Kini UKM Bisa Jualan Online di IG dan FB Secara Bersamaan

    Lewat Facebook Shops, Kini UKM Bisa Jualan Online di IG dan FB Secara Bersamaan HARIANHALUAN.COM - Selama masa pandemi yang telah berlangsung lebih dari enam bulan ini, proses transformasi digital yang tadinya akan terjadi dalam 5-10 tahun kedepan, tiba-tiba berjalan dengan sangat cepat..
  • Jumat, 21 Agustus 2020 - 06:24:39 WIB

    Jangan Panik, Ini Cara Mudah Mengembalikan Facebook yang Lupa Kata Sandi

    Jangan Panik, Ini Cara Mudah Mengembalikan Facebook yang Lupa Kata Sandi HARIANHALUAN.COM - Lupa kata sandi suatu akun media sosial bisa terjadi karena saking lamanya kita tidak membuka akun sosial media tersebut, atau bisa juga karena kita tidak pernah keluar dari akun tersebut sehingga lupa kat.
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 06:43:47 WIB

    Kacau, 5.000 Data Pengguna Facebook Bocor

    Kacau, 5.000 Data Pengguna Facebook Bocor HARIANHALUAN.COM - Facebook mengakui adanya kekeliruan dalam sistem perusahaan yang membiarkan 5.000 developer aplikasi mengumpulkan data pengguna. Tidak diketahui berapa besar dana pengguna yang telah diambil secara ilegal .
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 13:52:34 WIB

    Awas, Facebook Bakal Blokir Pengguna yang Share Berita Jadul

    Awas, Facebook Bakal Blokir Pengguna yang Share Berita Jadul HARIANHALUAN.COM - Facebook masih berjibaku menangkal peredaran hoaks dan berita keliru di platform-nya. Satu per satu fitur baru diperkenalkan demi meminimalisasi perederan berita-berita tersebut..
  • Ahad, 21 Juni 2020 - 13:36:25 WIB

    Kenapa Facebook dan Twitter Kembali Hapus Video Donald Trump?

    Kenapa Facebook dan Twitter Kembali Hapus Video Donald Trump? HARIANHALUAN.COM - Facebook dan Twitter kembali menghapus video yang dipostingkan oleh akun milik Donald Trump. Hal ini bukan pertama kali terjadi pada presiden AS tersebut. Paling baru, video yang dipostingkan Donald Trump b.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]