Astaga! Jaksa Pinangki Oplas di AS Ternyata Pakai Uang Suap


Kamis, 17 September 2020 - 20:35:49 WIB
Astaga! Jaksa Pinangki Oplas di AS Ternyata Pakai Uang Suap Pinangki Sirna Malasari

HARIANHALUAN.COM - Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kejagung menyebut Pinangki menggunakan uang yang diduga suap berasal darI Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra untuk membeli mobil dan perawatan kecantikan alias operasi plastik (oplas) di Amerika Serikat (AS).

Hal itu terungkap dalam abstraksi kasus di dalam dakwaan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, Kamis (17/9/2020).

"Kemudian sisa uang sebesar USD 450.000 yang berada dalam penguasaan terdakwa Pinangki Sirna Malasari, lalu dilakukan penukaran valas melalui sopirnya saudara Sugiarto dan saudara Beni Sastrawan, yang kemudian dari hasil penukaran valas tersebut, terdakwa Pinangki Sirna Malasari melakukan pembelian Mobil BMW X-5, pembayaran Dokter Kecantikan di Amerika, Pembayaran sewa Apartemen/ Hotel di New York, Amerika, pembayaran dokter home care, pembayaran kartu kredit, dan transaksi lain untuk kepentingan pribadi terdakwa," ujar Hari dalam absraksi kasusnya.

Selain itu, Pinangki juga menggunakan uang itu untuk membayar sewa sejumlah apartemen miliknya. Dia melakukan transaksi itu secara tunai, oleh karena itu Pinangki diduga melakukan TPPU.

"Serta pembayaran sewa Apartemen Essence Darmawangsa, dan Apartemen Pakubowono Signature yang menggunakan cash atau tunai USD. Sehingga atas perbuatan terdakwa Pinangki Sirna Malasari, tersebut patut diduga sebagai perbuatan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi," ucapnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini Pinangki akan segera disidang di PN Tipikor Jakarta. Pinangki akan didakwa sebagai penerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Selain itu dia juga didakwa pemufakatan jahat.

Pinangki akan didakwa Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a subsider Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pinangki juga bakal didakwa Pasal 3 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Untuk pemufakatan jahat, Pinangki dikenakan Pasal 15 juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a dan atau pasal 15 juncto Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 88 KUHP.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]