Usai Bongkar Borok Pertamina, Ahok Temui Erick Thohir


Jumat, 18 September 2020 - 06:37:42 WIB
Usai Bongkar Borok Pertamina, Ahok Temui Erick Thohir Ahok temui Menteri BUMN Erick Thohir

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok kembali mencuri perhatian publik. Kali ini ia menemui Menteri BUMN Erick Thohir, usai membongkar 'borok' Pertamina,.

Dalam pertemuan tersebut, Ahok menyampaikan kritik dan saran kepada Erick Thohir. Ahok juga menuturkan akan menjaga pesan Erick untuk terus melanjutkan transformasi BUMN.

Hal itu diungkap Ahok lewat akun Instagramnya @basukibtp. Lewat media sosial, Ahok mengunggah foto pertemuannya dengan Erick serta memberikan keterangan.

"Tadi habis bertemu dengan Menteri BUMN. Kritik dan saran yang saya sampaikan, diterima dengan baik oleh Pak Erick. Dan saya juga akan menjaga pesan Pak Erick, untuk menjaga soliditas teamwork dan terus melakukan Transformasi BUMN," tulis Ahok seperti dikutip detikcom, Kamis (17/9//2020).

Ahok sendiri bikin heboh belakangan ini karena pernyataannya dalam sebuah video yang diunggah akun Youtube POIN. Dalam video itu, Ahok mengungkap borok Pertamina seperti direksi yang hobi lobi menteri, masalah kilang, hingga utang Pertamina.

Apa kata Pertamina?

Ahok berencana melakukan audit terhadap proyek kilang. Sebab, banyak investor yang tertarik namun didiamkan.

Mengutip Antara, Kamis (17/9/2020), Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan direksi telah melakukan banyak perbaikan dan hal positif melalui eksplorasi aset migas dalam negeri dan luar negeri, peningkatan produksi, pembangunan kilang, maupun inovasi di hilir untuk memastikan BBM dan LPG sampai dan tersalurkan ke seluruh Indonesia.

"Untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham, direksi perlu melakukan corporate action dalam rangka pertumbuhan perusahaan dan juga memastikan ketahanan energi nasional," katanya seperti dikutip detikcom.

Fajriyah juga menanggapi kritik Ahok soal utang. Dia menjelaskan, Pertamina membutuhkan pendanaan baik dari dana internal perusahaan maupun eksternal yang dilakukan hati-hati dan profesional untuk mencapai target dan program perusahaan.

Dari sisi rasio debt to EBITDA dan debt to equity , kata dia, tetap dijaga dan tetap diupayakan dalam kontrol yang wajar sebagai perusahaan yang sehat.

"Aspek keuangan ini juga dimonitor oleh dewan komisaris dan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham. Begitu pula mekanisme yang dilakukan tetap mengacu pada regulasi yang ada," terangnya.

Dia berharap, Pertamina dapat mewujudkan aspirasi pemangku kepentingan dengan tata kelola yang lebih baik.

"Karena tentu kita semua ingin Pertamina terus tumbuh dan menjadi kebanggaan nasional," ujarnya. (*)
 

/ Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]