Sadis! Ternyata Begini Akal Bulus Sejoli Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata City


Jumat, 18 September 2020 - 13:50:07 WIB
Sadis! Ternyata Begini Akal Bulus Sejoli Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata City apartemen kalibata city

HARIANHALUAN.COM - Sadis, rasanya cukup menggambarkan aksi sejoli DAF (26) dan LAS (27). Mereka membunuh Rinaldy Harley Wismanu, Human Resource & General Affair Manager di salah satu perusahaan kontruksi. Usai dibunuh, jasad korban dimutilasi, dimasukkan ke dalam koper, kresek dan ransel lalu dipindahkan ke Apartemen Kalibata City Tower Ebony.

Masalah ekonomi ternyata jadi alasan sepasang kekasih ini berani merencanakan aksi keji. Mereka mencari korban untuk dikuras harta bendanya. Keduanya berbagi peran, DAF sebagai eksekutor, sementara LAS sebagai pemancing.

Sial bagi Rinaldy. Perkenalan lewat salah satu aplikasi pertemanan, tinder dengan LAS malah berujung petaka. Perkenalan itu berlanjut hingga chatting melalui Whatsapp.

Singkat cerita, keduanya janjian bertemu di sebuah apartemen di sekitar Pasar Baru, Jakarta Pusat (7/9) lalu. LAS dan korban akhirnya bertemu pada (9/9). Di kamar itu, DAF sembunyi siap mengeksekusi. Nyawa Rinaldy lalu dihabisi dengan batu bata lalu ditusuk sebanyak 7 kali.

Kasus mutilasi sejoli ini terbongkar. Keduanya diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengungkapkan peran kedua tersangka LAS dan DAF dalam pembunuhan Rinaldy. Dia juga menjelaskan awal perkenalan hingga terjadi pembunuhan terhadap korban.

"Dua orang atas nama DAF (26) yang bersangkutan adalah pelaku ataupun eksekutor yang membunuh dan memutilasi korban. Pelaku LAS (27) peran yang dilakukan untuk bertemu dan menyewa apartemen di Pasar Baru di Jakarta Pusat," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9).

"Hubungan DAS dan LAS, adalah pasangan kekasih pacaran. Mungkin karena situasi saat ini tidak ada uang kemudian cari korban untuk dapatkan harta," sambung Nana.

Nana menjelaskan, sebelum terjadi pembunuhan, korban dan pelaku LAS sudah berkenalan lewat salah satu aplikasi pertemanan. Keduanya lalu saling berkomunikasi terakhir pada 6 September lalu.

"Korban dan saudara LAS ini sudah lama saling mengenal melalui chatting. 7 September mereka ada janjian untuk bertemu di satu apartemen dan mereka menyewa tanggal 7 sampai 12 untuk menyewa apartemen tersebut. Nah sekitar 9 September, mereka (LAS dan DAF) masuk ke apartemen tersebut," jelasnya.

Saat itulah, muncul niat DAF dan LAS untuk menghabisi korban. Saat hari janjian bertemu, pelaku DAF masuk lebih dulu ke unit apartemen di Pasar Baru, Jakatya Pusat, yang telah disewa dan bersembunyi.

"Kemudian antara LAS dan RHW sempat berhubungan dan kemudian DAF keluar dan langsung memukul dengan batu bata dan menusuk korban sebanyak 7 kali sehingga korban meninggal dunia," beber Nana.

Mengetahui korban meninggal, keduanya bingung. Keduanya sempat turun ke lobi. "Kemudian mereka membeli golok dan gergaji dan kembali ke apartemen tersebut dan melakukan mutilasi," katanya. (*)

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]