2 Puskesmas di Kota Yogya Tutup Sementara karena Ada Nakes Positif Corona


Sabtu, 19 September 2020 - 17:34:32 WIB
2 Puskesmas di Kota Yogya Tutup Sementara karena Ada Nakes Positif Corona Properti peringatan waspada virus Corona atau COVID-19 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

YOGYAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ada tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Wirobrajan dan Puskesmas Gedongtengen terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga Pemkot Yogyakarta menutup sementara dua puskesmas tersebut.

"Jadi yang kita tutup hari ini ada dua Puskesmas. Puskesmas Wirobarajan itu sejak kemarin (Jumat). Kalau Puskesmas Gedongtengen hari ini karena ada tenaga kesehatan yang terkena (COVID-19)," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat ditemui wartawan di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu (19/9/2020).

Penutupan Puskesmas tersebut akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Mengingat saat ini tengah dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"(Puskesmas) Ditutup 3 hari, hari ini (Puskesmas) Gedongtengen (penyemprotan) disinfektan dan untuk (Puskesmas) Wirobrajan sudah sejak kemarin," ucap Heroe.

Menyoal berapa nakes yang terkonfirmasi positif Corona, Heroe belum bisa mengungkapkannya secara detail. Namun, Heroe mengaku sudah memiliki angkanya. "Ada angkanya tapi saya belum bisa menjelaskan," ujarnya.

Pemda DIY menyebut hari ini terdapat penambahan 74 kasus positif COVID-19. Hal tersebut membuat total kasus positif COVID-19 di DIY menjadi 2.111.

Selain itu, hari ini terdapat penambahan 20 orang yang sembuh dari COVID-19. Sedangkan untuk pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia hari ini bertambah 1 orang sehingga total kasus meninggal dengan status positif COVID-19 di DIY ada 54 orang.

"Untuk hari ini ada penambahan 74 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY. Sehingga jumlah kasus positif (COVID-19) di DIY sebanyak 2111 kasus," kata jubir Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih Berty, melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Dia mengaku jumlah kasus baru hari ini adalah yang tertinggi selama ini. Sebelumnya paling banyak kasus baru dalam sehari mencapai 67 kasus. "Paling tinggi (tambahan kasus baru positif COVID-19 hari ini), terakhir kita secara harian tertinggi 67 kasus," ucapnya. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:11:10 WIB

    Berikut Sejarah Tercetusnya Sumpah Pemuda 28 Oktober

    Berikut Sejarah Tercetusnya Sumpah Pemuda 28 Oktober HARIANHALUAN.COM – Pada tanggal yang sama di hari ini, tepat 92 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengucapkan ikrarnya. Ikrar untuk bertumpah darah, berbahasa, dan berbangsa Indonesia. Ikrar tersebut menjadi bagian dar.
  • Rabu, 28 Oktober 2020 - 08:04:29 WIB

    Divonis 2 Tahun Penjara, Berikut Jejak Kasus Petinggi Sunda Empire

    Divonis 2 Tahun Penjara, Berikut Jejak Kasus Petinggi Sunda Empire HARIANHALUAN.COM - Tiga petinggi Sunda Empire akhirnya divonis hakim masing-masing dua tahun penjara. Ketiganya divonis secara bersamaan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (27/10/2020)..
  • Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:14:15 WIB

    Presiden Bagikan 20 Ribu Sertifikat Tanah, Jokowi: Boleh 'Disekolahkan', Tapi...

    Presiden Bagikan 20 Ribu Sertifikat Tanah, Jokowi: Boleh 'Disekolahkan', Tapi... HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 20 ribu sertifikat tanah, dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara (Sumut). Pada saat pembagian, Jokowi mengatakan bahwa kepemilikan sertifikat hak atas tanah memb.
  • Selasa, 27 Oktober 2020 - 13:55:38 WIB

    Besok 28 Oktober, Ini Perempuan-perempuan di Balik Sumpah Pemuda

    Besok 28 Oktober, Ini Perempuan-perempuan di Balik Sumpah Pemuda HARIANHALUAN.COM - Hari itu Ahad, 28 Oktober 1928, di balik mimbar di Gedung Oost-Java Bioscoop, Nona Poernomowoelan menyampaikan buah pikir di hadapan para pemuda yang terlibat Kongres Pemuda II--yang melahirkan Sumpah Pemud.
  • Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:17:00 WIB

    UMP 2021 Tak Naik, Buruh Murka dan Ancam Demo Besar!

    UMP 2021 Tak Naik, Buruh Murka dan Ancam Demo Besar! HARIANHALUAN.COM - Kalangan buruh langsung merespons Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja yang menyatakan tidak adanya kenaikan upah minimum tahun 2021 mendatang..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]