Belum Punya e-KTP, 10 Ribu Lebih Warga Pasaman Terancam Tak Bisa Memilih di Pilkada


Ahad, 20 September 2020 - 08:32:16 WIB
Belum Punya e-KTP, 10 Ribu Lebih Warga Pasaman Terancam Tak Bisa Memilih di Pilkada KPU Pasaman saat menggelar rapat pleno di Media Centre KPU setempat.

HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 10 ribu lebih warga di Kabupaten Pasaman terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 nanti, akibat belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi membenarkan hal tersebut. 

Dia menyatakan sekitar 10 ribu lebih pemilih di kabupaten itu berpotensi tidak dapat menggunakan hak pilih pada Pilkada nanti. Sebab, mereka belum memiliki e-KTP. "Ada 10 ribu orang penduduk Pasaman yang sudah memiliki hak memilih tapi belum punya e-KTP. Selain itu, lebih kurang 500 orang belum punya identitas lainnya. Padahal, mereka sudah berhak memilih," ujar Rodi didampingi Komisioner KPU lainnya di Lubuksikaping, Minggu (19/9/2020).

Pihaknya, kata dia, sudah meminta agar instansi terkait, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di daerah itu segera melakukan perekaman KTP terhadap warga tersebut, sehingga hak pilih mereka tidak terbuang percuma. "Kita sudah meminta pihak Disdukcapil untuk menyegerakan proses perekaman terhadap warga yang belum memiliki dokumen kependudukan, seperti KTP dan KK," katanya.

Dia mengharapkan ribuan warga yang masuk dalam wajib pilih bisa memperoleh dokumen kependudukan tersebut secepatnya, sebelum penetapan DPT Pilkada 2020. Ia juga meminta masyarakat aktif dalam melakukan perekaman.

"Idealnya, perekaman KTP elektronik sudah selesai sebelum penetapan DPT. Namun, kondisi sekarang, mau tidak mau dukcapil atau warga harus proaktif untuk mendapatkan e-KTP yang bisa dijadikan syarat memilih," ujarnya. 

Lanjut Taufik, KPU saat ini tengah melakukan pengumuman dan uji publik DPS. Uji publik dilakukan pada 19 hingga 28 September 2020. Hal ini untuk memastikan masyarakat terdaftar sebagai pemilih di setiap TPS. "Uji publik pertama kali sudah kita lakukan kepada teman-teman media. Sebagai pemberi informasi, apakah mereka juga sudah terdaftar sebagai pemilih," tambah Taufik.

Sementara, Komisioner KPU Divisi SDM dan Parmas, Eria Candra menambahkan, KPU setempat menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada nanti sebesar 77,5 persen, naik dibandingkan pada Pilkada sebelumnya, yaitu sebesar 65 persen.

"Target pemilih pada Pilkada 2020 nanti 77,5 persen. Di pileg lalu, mencapai 71 persen. Sementara di Pilkada 2015 lalu, sebesar 65 persen. Kita berhara target ini tercapai, meski ditengah pandemi Covid-19," ujarnya. (*)

loading...
Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]