Tips Agar Tidak Terjadi Lagi Kekerasan Saat Belajar di Rumah


Senin, 21 September 2020 - 08:58:09 WIB
Tips Agar Tidak Terjadi Lagi Kekerasan Saat Belajar di Rumah Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Mendampingi anak belajar dari rumah (BDR) selama pembelajaran jarak jauh ternyata bukan perkara mudah. Banyak persoalan muncul dari kebiasaan baru ini; orangtua yang panik hingga marah-marah saat mendampingi anak belajar dari rumah.

Tak jarang tanpa disadari orangtua melukai perasaan dan fisik anaknya karena frustasi dengan perilaku anak saat belajar dari rumah. Tragisnya, ada berita menyedihkan orangtua membunuh anak lantaran tak sabar mendampingi anak belajar.

Tujuan dilaksanakannya belajar dari rumah, sesungguhnya agar siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan selama pandemi. Selain untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, kegiatan ini juga untuk memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi guru, siswa, dan orangtua. Lalu mengapa kekerasan orangtua saat mendampingi anak belajar dari rumah terjadi?

Tantangan dampingi BDR

Untuk mengatasi kekerasan terjadi pada anak, kita harus menelusuri latarbelakang strategi orangtua dan guru dalam melaksanakan belajar dari rumah ini. Bagi para orangtua mendampingi anak belajar di rumah memang hal yang tidak gampang. Apalagi orangtua yangmemiliki banyak kesibukan.

Banyak orangtua juga tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman cara mendampingi anak belajar. Kegiatan belajar dari rumah pada masa pandemi, menjadi sesuatu yang melelahkan dan rumit. Namun, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus beradaptasi dengan kondisi ini. Untuk itu guru dan orangtua harus menemukan strategi yang tepat agar anak nyaman dan tidak merasa tertekan.

Guru juga harus merancang kegiatan belajar dari rumah yang menyenangkan. Kembangkan lembar kerja siswa yang tidak terlalu membebani para siswa, tetapi tujuan pembelajaran tercapai.

Bangun komunikasi terbuka

Intensitas komunikasi guru, orantua, dan siswa saat belajar dari rumah harus lebih aktif dan terbuka guru juga perlu mengetahui kondisi dan masalah dihadapi orangtua. Sampaikan rencana guru dalam memfasilitasi anak yang akan belajar dari rumah.

Minta orangtua menyampaikan pendapat dan masukannya untuk perbaikan kegiatan belajar dari rumah untuk anak. Keluhan-keluhan para orangtua harus ditampung dan dicari solusinya agar orangtua merasa nyaman dan bersemangat. Penekanan-penekanan yang keras kepada siswa dari guru untuk menuntaskan pembelajaran haruslah dihindari.

Ciptakan kesepakatan dengan orantua dalam mendampingi anak. Guru juga harus memperbarui cara memberikan pembelajaran dari rumah, sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dapat dijangkau orangtua dan siswa.

Gunakan WhatsApp grup orangtua atau pertemuan terbatas dengan orangtua bagi yang tidak bisa mengakses internet. Berikan umpan balik kepada siswa dan orangtua dari hasil belajar dari rumah sehingga semua bisa mengetahui perkembangan belajar anak.

Kenali karakter anak

Para guru dan orangtua wajib mengetahui karakter anak. Dengan mengetahui karakternya, kita bisa menentukan strategi yang tepat agar anak tetap semangat belajar dari rumah. Contoh, anak yang motivasi belajarnya rendah, tentu kita tidak bisa memaksa anak mau belajar. Ciptakan kesepakatan waktu belajar dengan anak. Bangun kedisiplinan melalui penegakan kesepakatan bersama.

Belajar bukan hanya melulu persoalan harus memahami materi pelajaran. Belajar juga sebagai bentuk pelatihan untuk membentuk pembiasaan dan karakter anak. Jika anak sudah mengerjakan sesuai dengan kemampuannya, orang tua harus menerima. Yang penting anak sudah bertanggung jawab dengan tugas yang harus dilaksanakannya.

Hindari membandingkan Anak

Sikap orangtua yang kadang membandingkan kemampuan anak dengan anak lainnya, bisa memicu timbulnya stres pada anak dan orangtuanya sendiri. Kita harus yakin setiap anak sudah dibekali dengan bakat dan kecerdasannya tersendiri.

Lebih baik sampaikan apa yang perlu diperbaiki oleh anak. Ketika anak tidak berhasil menyelesaikan target belajarnya, maka bimbing dan semangati mereka untuk menjadi lebih baik. Berbagi tugas dengan anggota keluarga Tugas mendampingi anak belajar adalah tugas kedua orangtua. Untuk memudahkan dan meringankan tugas mendampingi anak belajar di rumah, orangtua dapat berbagi jadwal.

Misalnya, ibu mendapat jadwal pagi dalam mendampingi anaknya, kemudian ayah mendapat jadwal malam hari. Yang penting dikondisikan masing-masing oleh para orangtua agar tercipta kenyamanan dalam mendampingi anak saat belajar dari rumah. (*)

 

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:08:26 WIB

    Cuti Bersama, Ini Tips Liburan Aman agar Terhindar dari Covid-19

    Cuti Bersama, Ini Tips Liburan Aman agar Terhindar dari Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Libur panjang adalah saatnya menghabiskan waktu di luar rumah untuk menghilangkan penat. Namun, selama masa pandemi Covid-19 Anda tidak bisa meninggalkan rumah dengan sembarangan..
  • Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:11:53 WIB

    Tips Tetap Aman Liburan dengan Mobil Rental Saat Pandemi Covid-19

    Tips Tetap Aman Liburan dengan Mobil Rental Saat Pandemi Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Anda yang berencana melakukan perjalanan di momen libur panjang ini sangat disarankan agar tidak menggunakan kendaraan umum. Saran ini dimaksudkan agar Anda meminimalisir paparan Covid-19 yang mungkin saja .
  • Kamis, 22 Oktober 2020 - 22:54:24 WIB

    Ini Tips Aman agar Libur Panjang Cuti Bersama Bebas Covid-19

    Ini Tips Aman agar Libur Panjang Cuti Bersama Bebas Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Pemerintah terus mengingatkan pada masyarakat agar sebisa mungkin berada di rumah dalam libur panjang pada 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 mendatang. Pengalaman dua kali libur panjang disertai pening.
  • Sabtu, 10 Oktober 2020 - 18:32:18 WIB

    4 Tips Perencanaan Keuangan Bagi Pemilik Mobil, Siapkan Dana Darurat

    4 Tips Perencanaan Keuangan Bagi Pemilik Mobil, Siapkan Dana Darurat HARIANHALUAN.COM - Meski nilainya terus mengalami depresiasi dari tahun ke tahun, mobil merupakan sebuah aset. Kepemilikan sebuah mobil tentu menuntut seseorang untuk memiliki perencanaan keuangan yang baik..
  • Ahad, 04 Oktober 2020 - 06:29:54 WIB

    5 Tips Belanja Kebutuhan Harian via Online di Tengah Pandemi

    5 Tips Belanja Kebutuhan Harian via Online di Tengah Pandemi HARIANHALUAN.COM - Kebijakan pemerintah untuk menerapkan Pembatas Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah untuk menekan angka peningkatan virus COVID-19 membuat kita sulit beraktivitas dengan bebas. Hal ini membuat ak.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]