Oknum Polisi Cabuli ABG di Pontianak, Kompolnas Sebut Sangat Memalukan


Selasa, 22 September 2020 - 06:34:44 WIB
Oknum Polisi Cabuli ABG di Pontianak, Kompolnas Sebut Sangat Memalukan Komisioner Kompolnas Poengky Indarti

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) terhadap anak perempuan di Pontianak adalah peristiwa yang memalukan. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bahkan menegaskan pelaku bisa disanksi pemecatan secara tidak hormat sebagai anggota kepolisian.

"Tindakan Brigadir DY yang diduga melakukan perkosaan pada anak di bawah umur merupakan tindak kejahatan dan yang sangat memalukan institusi," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi, Senin (21/9/2020).

Poengky kemudian mengapresiasi Polresta Pontianak yang segera mengusut kasus ini. Dia menegaskan dalam UU perlindungan anak setiap orang dilarang untuk melakukan kekerasan seksual kepada anak.

"Penanganan Polresta Pontianak yang segera melakukan lidik sidik dan menjadikan DY sebagai tersangka melanggar pasal 76D jo pasal 81 ayat (2) UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sudah tepat. 'Bunyinya setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain," katanya.

Pelaku, menurut Poengky harus dihukum maksimal. Dia menegaskan bahwa tugas kepolisian adalah mengayomi masyarakat, bukan melakukan kekerasan.

"Saya berharap tersangka nantinya divonis hukuman maksimal dari Majelis Hakim, mengingat pelaku sebagai anggota Polri seharusnya menjaga sikapnya serta melaksanakan tugasnya melindungi, mengayomi, melayani masyarakat dan menegakkan hukum, bukannya malah menyalahgunakan kewenangannya melakukan kejahatan pada seorang anak dan menghancurkan masa depannya," jelasnya.

Poengky juga mendorong langkah Polri yang melakukan sidang etik kepada pelaku. Dia menjelaskan tersangka dalam kasus pencabulan ini bisa mendapatkan hukuman paling berat diberhentikan secara tidak hormat sebagai anggota kepolisian.

"Anggota Polri selain tunduk pada peradilan umum, juga tunduk pada kode etik dan aturan disiplin Polri. Oleh karena itu saya yakin setelah ada proses pidana, nantinya akan diikuti oleh proses etik. Hukuman terberat dari pelanggaran kode etik adalah pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)," kata Poengky.

"Sanksi bagi pelanggaran kode etik berdasarkan Peraturan Kapolri No 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Yang paling berat pasal 21 ayat (1) huruf g 'PTDH sebagai anggota polri'. Kompolnas akan mengawasi proses pemeriksaan kasus ini," sambungnya.

Diketahui, oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Pontianak, Kalimantan Barat, Brigadir DY, tega mencabuli seorang anak baru gede (ABG) yang ditilangnya. Polri mengatakan oknum tersebut tak hanya dikenai sanksi pidana, pelanggaran kode etik profesinya juga diusut.

"Kita serahkan ke Polda Pontianak, itu kan segala risiko, kalau anggota melanggar tentunya pasti kena. Bisa kena disiplin, bisa kena pelanggaran kode etik, bisa kena pidana," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (21/9). (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]