JEMARI Sakato, Pemkab Limapuluh Kota dan UNP Jalin Kerjasama Perlindungan Anak


Selasa, 22 September 2020 - 16:38:23 WIB
JEMARI Sakato, Pemkab Limapuluh Kota dan UNP Jalin Kerjasama Perlindungan Anak Workshop Strategi Pencapaian Nagari Ramah Anak yang diselenggarakan oleh JEMARI Sakato di Gedung IPHI Center, Tanjung Pati. IST

HARIANHALUAN.COM–Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menggandeng dua  institusi diluar struktur  pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada anak.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak (DP2KBP3A) Limapuluh Kota pada tanggal 18 September 2020 melakukan  penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerjasama dengan LSM JEMARI Sakato Sumatera Barat dan nJurusan Psikologi UNP untuk mendorong upaya pencapaian Kabupaten Limapuluh  Kota menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). 

"MoU ini diharapkan akan menjadi langkah konkret bersama untuk memastikan perlindungan kepada anak bisa lebih terjamin," ujar Kadis  DP2KBP3A, Fiddria Fala.

Penandatangan MoU ini menjadi sangat bernilai karena dilaksanakan pada  momen kegiatan Workshop Strategi Pencapaian Nagari Ramah Anak yang diselenggarakan oleh JEMARI Sakato di Gedung IPHI Center, Tanjung Pati pada tanggal 18 September 2020 lalu diikuti  15 Kelompok Perlindungan Anak Nagari (KPAN) bersama Pemerintah Nagari.

Fiddria Fala dalam sambutannya menyebutkan MoU dengan LSM atau NGO dan  Perguruan Tinggi merupakan salah indikator yang mesti dipenuhi untuk memenuhi persyaratan kenaikan status KLA. Masih menurut Fiddria Fala, bahwa saat ini  Kabupaten Limapuluh Kota sedang berjuang menaikkan level di Kabupaten Layak  Anak dari status Madya ke status Nindya. Pelevelan Kabupaten layak Anak dimulai  dari Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. 

Menyambung apa yang disampaikan oleh Fiddria Fala, Direktur Eksekutif  JEMARI Sakato, Robi Syafwar, SH, MH menyebutkan bahwa saat ini lembaganya  sedang berupaya memberikan dukungan kepada Kabupaten Limapuluh Kota untuk emenuhi beberapa indikator agar segera naik tingkat. Selain menginisiasi acara  penandatanganan, JEMARI Sakato juga ikut membidani lahirnya KPAN di beberapa 
Nagari di kabupaten Limapuluh Kota. 

Saat ini Kabupaten Limapuluh Kota telah memiliki sebanyak 24 KPAN yang tersebar di 24 Nagari yang awal pembentukan  sudah dimulai sejak tahun 2017 melalui fasilitasi lembaga Save the Children dan  dilanjutkan oleh JEMARI Sakato.  Pembentukan 10 KPAN dilakukan secara mandiri  oleh DP2KBP3A dengan mengacu pada metode pembentukan yang diterapkan oleh  JEMARI Sakato dan Save the children. 

Masih menurut Robi, bagi JEMARI Sakato ini tidak hanya sekedar penandatanganan untuk memenuhi indikator, tetapi lebih pada memperkuat komitmen, apalagi penandatanganan dilakukan di depan KPAN yang menjadi garda  terdepan perlindungan anak di Nagari. 

"KPAN lah yang akan menilai bahwa ini tidak hanya sekedar dokumen formal," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh ketua Jurusan  Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Dr. Farah Aulia, S.Psi.,M.Psi. 

“Bagi kami  hadir dalam workshop merupakan perwujudan dari Tridarma perguruan tinggi yaitu  “Pengabdian Masyarakat”. Melalui ini kami juga akan bisa berperan melakukan riset untuk melihat rencana aksi kedepan sehingga bisa dilakukan rencana pencegahan  demi menuju Nagari Ramah Anak ini,” pungkasnya. (*)

loading...
 Sumber : Rilis /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]