Ternyata, Ini Cara Para Ilmuwan Menghitung Waktu Sehari di Bumi


Selasa, 22 September 2020 - 21:48:06 WIB
Ternyata, Ini Cara Para Ilmuwan Menghitung Waktu Sehari di Bumi ilustrasi bumi

HARIANHALUAN.COM - Banyak yang mengetahui bahwa Bumi menyelesaikan rotasi 360 derajat dalam waktu 24 jam, namun waktu tepatnya adalah 23 jam 56 menit. Bumi terus bergerak di sepanjang orbitnya mengelilingi Matahari, titik lain di Bumi menghadap Matahari tepat di ujung putaran 360 derajat itu. Agar Matahari bisa mencapai posisi yang sama persis di langit, Bumi harus berputar 1 derajat lebih jauh.

Seperti itulah bagaimana cara para ilmuwan memilih mengukur hari di Bumi. Bukan berdasarkan rotasi Bumi yang tepat, tetapi posisi Matahari di langit. Secara teknis, ini adalah dua jenis hari yang berbeda. Hari yang diukur dengan selesainya rotasi 360 derajat disebut hari sidereal. Sementara hari yang didasarkan pada posisi Matahari disebut hari Matahari (solar day). 

Hari ini empat menit lebih lama dari yang pertama, membuat manusia terbiasa dengan 24 jam. "Ini karena kita bergerak mengelilingi Matahari dalam orbit maka hari Matahari membutuhkan 24 jam. Jika kita tidak mengorbit Matahari, kedua hari itu akan sama," kata James O'Donoghue, ilmuwan planet di Badan Antariksa Jepang (JAXA), seperti dikutip Science Alert, Senin (21/9/2020).

O'Donoghue menambahkan, karena manusia menggunakan hari Matahari di kalender, maka akan terhitung 365 hari dalam setahun. Tapi Bumi sebenarnya menyelesaikan rotasi penuh (hari sidereal) 366 kali per tahun. Dia menjelaskan perbedaan antara kedua jenis hari ini sebagai soal pemilihan objek latar belakang yang digunakan sebagai dasar perbandingan rotasi Bumi.

Rotasi penuh relatif terhadap posisi Matahari disebut sebagai hari Matahari. Sedangkan rotasi penuh relatif terhadap semua bintang lain yang dilihat adalah hari sidereal. Menurut O'Donoghue, jika manusia menggunakan hari sidereal sebagai gantinya, maka Matahari akan terbit sekitar empat menit lebih awal setiap hari dan setelah enam bulan, Matahari akan terbit 12 jam lebih awal. Para Ilmuwan telah memutuskan untuk menggunakan ritme harian Matahari, bukan bintang untuk menentukan 1 hari di Bumi. (*)

loading...
 Sumber : HiTekno /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:10:01 WIB

    Wah! Ternyata, Kanker Ganas Pertama Kali Ditemukan di Fosil Dinosaurus

    Wah! Ternyata, Kanker Ganas Pertama Kali Ditemukan di Fosil Dinosaurus HARIANHALUAN.COM - Penelitian baru ditemukan kanker tulang ganas pada fosil tulang kaki yang cacat dari dinosaurus yang bertanduk yang disebut Centrosaurus apertus. Diperkirakan dinosaurus ini hidup antara 76 hingga 77 juta t.
  • Ahad, 12 Juli 2020 - 23:46:12 WIB

    Ternyata, Begini Bunyi Suara Atmosfer Akibat Gelombang Langit

    Ternyata, Begini Bunyi Suara Atmosfer Akibat Gelombang Langit HARIANHALUAN.COM - Penelitian terbaru belum lama ini mengungkap terjadinya gelombang langit yang mempengaruhi atmosfer Bumi. Sama seperti gelombang laut, gelombang langit ini rupanya mampu membuat atmosfer Bumi mengeluarkan s.
  • Rabu, 04 Maret 2020 - 01:54:10 WIB

    Mengejutkan! Ternyata, Dulu Permukaan Bumi Sepenuhnya Air

    Mengejutkan! Ternyata, Dulu Permukaan Bumi Sepenuhnya Air SAINS, HARIANHALUAN.COM -- Masih ingat film berjudul Waterworld yang dibintangi Kevin Costner? Ternyata seperti itulah gambaran Bumi dahulu, tidak ada daratan, permukaannya sepenuhnya air..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]