Rupiah Ditutup Melemah, Ramalan Resesi Jadi Pukulan Telak Pasar Keuangan


Rabu, 23 September 2020 - 16:26:15 WIB
Rupiah Ditutup Melemah, Ramalan Resesi Jadi Pukulan Telak Pasar Keuangan Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Informasi mengenai skandal pencucian uang bank raksasa dunia, kemungkinan lockdown di Inggris, aksi jual Wall Street, rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia, hingga ramalan resesi Indonesia oleh Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pukulan telak bagi pasar keuangan Indonesia.

"Kemenkeu yang tadinya melihat ekonomi kuartal III minus 1,1% hingga positif 0,2%, dan yang terbaru per September 2020 ini minus 2,9% sampai minus 1,0%. Negatif teritori pada kuartal III ini akan berlangsung di kuartal IV. Namun kita usahakan dekati nol," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Selasa kemarin.

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih melemah. Diperkiraan pergerakan Rupiah hari ini berada pada level Rp14.700-Rp14.950 per USD.

Mengutip data Treasury MNC Bank, Rabu (23/9/2020), Rupiah pada perdagangan Selasa 22 September ditutup melemah 0,58% atau 85 poin ke level Rp14.785 per USD. Kurs tengah BI juga melemah 0,40% menjadi Rp14.782 per USD. Sementara dolar index menguat 0,11% menjadi 93.756.

Dari prediksi tersebut, resesi pasti terjadi di Indonesia, dan menjadi yang pertama sejak tahun 1999.

Sri Mulyani juga mengatakan untuk sepanjang 2020, PDB diproyeksikan berada di minus 0,6% sampai minus 1,7%. Resesi tidak bisa dihindari, sebab Indonesia dan dunia sedang berjuang melawan krisis kesehatan akibat Covid-19.

Negara-negara dihadapkan pada pilihan mengutamakan kesehatan atau perekonomian. Pemerintah secara tegas menyatakan keduanya harus berjalan bersama, meski demikian roda perekonomian tentu saja tidak bisa berputar dengan cepat.

Kemarin dollar index kembali naik 0,34% ke 93,974, yang merupakan level tertinggi sejak 27 juli lalu merespon pernyataan Presiden The Fed Chicago, Carles Evans.

Di acara Official Monetary dan Financial Institution Forum, Evans mengatakan ekonomi AS berisiko dalam jangka panjang, mengalami pemulihan yang lambat, dan tidak bisa langsung keluar dari resesi tanpa bantuan stimulus fiskal. Evans juga melihat open-ended program pembelian aset The Fed mampu menyediakan bagian penting untuk pemulihan ekonomi.

"Segera setelah kita berhasil mengatasi virus corona, anda akan melihat ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, dan seharusnya membuat dolar terus menguat," tambahnya.

Evans bukan merupakan anggota komite pembuat kebijakan moneter (FOMC) di tahun ini, sehingga ia tak memiliki suara dalam memutuskan suku bunga. Tetapi pada tahun depan ia akan menjadi anggota FOMC, sehingga pasar melihat ada kemungkinan suku bunga akan naik sebelum 2023. Hal ini membuat rupiah dan SUN berisiko tertekan kembali hari ini.

Di acara Official Monetary dan Financial Institution Forum, Evans mengatakan ekonomi AS berisiko dalam jangka panjang, mengalami pemulihan yang lambat, dan tidak bisa langsung keluar dari resesi tanpa bantuan stimulus fiskal. Evans juga melihat open-ended program pembelian aset The Fed mampu menyediakan bagian penting untuk pemulihan ekonomi.

"Segera setelah kita berhasil mengatasi virus corona, anda akan melihat ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, dan seharusnya membuat dolar terus menguat," tambahnya.

Evans bukan merupakan anggota komite pembuat kebijakan moneter (FOMC) di tahun ini, sehingga ia tak memiliki suara dalam memutuskan suku bunga. Tetapi pada tahun depan ia akan menjadi anggota FOMC, sehingga pasar melihat ada kemungkinan suku bunga akan naik sebelum 2023. Hal ini membuat rupiah dan SUN berisiko tertekan kembali hari ini. (*)

loading...
 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 26 Oktober 2020 - 10:23:05 WIB

    Senin Ini, Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat

    Senin Ini, Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat HARIANHALUAN.COM-Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (26/10/2020) pagi, terus  bergerak menguat..
  • Sabtu, 24 Oktober 2020 - 09:36:12 WIB

    Rupiah Masih Selamat Setelah 3 Hari Tertekan Dihajar Dolar AS

    Rupiah Masih Selamat Setelah 3 Hari Tertekan Dihajar Dolar AS HARIANHALUAN.COM - Pekan ini sentimen dari dalam negeri relatif sepi membuat rupiah bergerak sideways. Nilai tukar rupiah bergerak menguat tipis saja melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada perdagangan pekan ini.
  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:17:29 WIB

    Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.645/US$

    Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.645/US$ HARIANHALUAN.COM - Pada perdagangan pasar spot hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ke zona hijau, setelah menguat 0,14% kemarin..
  • Senin, 12 Oktober 2020 - 12:07:34 WIB

    Awal Pekan Ini Rupiah Menguat, Ini Penyebabnya

    Awal Pekan Ini Rupiah Menguat, Ini Penyebabnya HARIANHALUAN.COM-Pada transaksi antarbang di Jakarta Senin awal pekan ini, nilai tukar (kurs) rupiah yang bergerak menguat..
  • Senin, 12 Oktober 2020 - 10:07:54 WIB

    Pagi Ini: IHSG Melonjak Sangat Tinggi, Rupiah Malah Lesu ke Rp14.715/USD

    Pagi Ini: IHSG Melonjak Sangat Tinggi, Rupiah Malah Lesu ke Rp14.715/USD HARIANHALUAN.COM - IHSG hari ini dibuka melonjak sangat tinggi. IHSG dibuka naik 44,27 poin atau 0,88% ke 5.097,93 atau 5.098. Namun, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak sejalan dengan penguatan bursa s.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]