Mantap! Erick Thohir Sebut RI Sudah Bisa Bikin Obat Corona Sendiri


Kamis, 24 September 2020 - 12:03:50 WIB
Mantap! Erick Thohir Sebut RI Sudah Bisa Bikin Obat Corona Sendiri Erick Thohir

HARIANHALUAN.COM - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyatakan Indonesia akan memproduksi sendiri obat corona untuk pasien Covid-19, yakni favipiravir atau avigan serta oseltamivir.

Ketua KPCPEN Erick Thohir mengungkapkan pemerintah terus memperkuat upaya dalam melakukan langkah-langkah strategis penanganan dan mengantisipasi perluasan dampak pandemi. Salah satunya di bidang farmasi.

Caranya, dengan mendorong kemampuan perusahaan farmasi dalam negeri menyediakan alat kesehatan dan obat-obat esensial untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19.

"Beberapa obat antiviral yang sangat diperlukan untuk menangani pasien COVID-19 memang masih impor, seperti remdesivir, namun dua perusahaan farmasi nasional, Indofarma dan Kimia Farma tengah berupaya memproduksi obat antiviral lokal," ujar Erick Thohir dalam keterangan pers, Kamis (24/9/2020).

"Saat ini Indofarma memproduksi antiviral oseltamivir, yang sebelumnya diimpor. Sementara itu, Kimia Farma siap memproduksi favipiravir dan sekarang tengah memproses registrasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)."

Informasi saja, remdesivir merupakan obat corona yang dibuat oleh Gilead Sciences Inc. Obat ini telah mendapat izin pakai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) untuk penggunaan darurat pada pasien Covid-19 parah.

Dalam uji klinis yang dipublikasikan Gilead, remdesivir mampu mempersingkat waktu pemulihan pasien. Pasien yang sakit sedang yang diberi obat ini memiliki peluang sembuh dalam lima hari, seperti dikutip dari Reuters.

Sedangkan Favipiravir atau Avigan, dalam uji klinis tahap akhirnya, berhasil mempersingkat waktu penyembuhan pasien Covid-19 menjadi 11,9 hari, ujar FujiFilm Holding dalam keterangan resminya.

Avigan bekerja pada RNA virus dengan menghambat kemampuan virus untuk bereplikasi. Avigan sebelumnya sudah mendapat persetujuan sebagai obat flu darurat pada 2014.(*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 30 September 2020 - 19:03:27 WIB

    Mantap! Pemerintah Sudah Cairkan Rp304 Triliun untuk Penanganan Covid-19

    Mantap! Pemerintah Sudah Cairkan Rp304 Triliun untuk Penanganan Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) menyatakan pemerintah sudah menggelontorkan dana Rp304,6 triliun dari total anggaran Rp695,2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 d.
  • Kamis, 17 September 2020 - 15:23:10 WIB

    Mantap! Sudah Ada 2,8 Juta Data Calon Penerima Subsidi Upah Tahap IV

    Mantap! Sudah Ada 2,8 Juta Data Calon Penerima Subsidi Upah Tahap IV HARIANHALUAN.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima 2,8 juta data calon penerima subsidi upah tahap IV dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dan melakukan pemeriksaan ulang data tersebut..
  • Jumat, 11 September 2020 - 23:24:53 WIB

    Mantap! Obat Tradisional Suku Dayak Ini Masuk Riset Obat Covid-19

    Mantap! Obat Tradisional Suku Dayak Ini Masuk Riset Obat Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Dua jenis tanaman dan satu jenis madu hutan yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat Suku Dayak diklaim bisa membantu pengobatan Covid-19. Pengembangan potensi ketiganya diteliti ada yan.
  • Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:35:45 WIB

    Mantap! Puluhan Ton Alkes dari Australia Mendarat di Indonesia

    Mantap! Puluhan Ton Alkes dari Australia Mendarat di Indonesia HARIANHALUAN.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima bantuan alat kesehatan dari pemerintah Australia, pada Sabtu (29/8/2020). Secara simbolis bantuan alat kesehatan tersebut diserahkan oleh Duta Besar Australia un.
  • Jumat, 28 Agustus 2020 - 19:44:07 WIB

    Mantap! Batik akan Masuk dalam Kurikulum Pendidikan Diplomat

    Mantap! Batik akan Masuk dalam Kurikulum Pendidikan Diplomat HARIANHALUAN.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menyatakan bahwa kementeriannya akan memasukkan edukasi mengenai batik ke dalam kurikulum pendidikan diplomat, dalam rangka memperkuat dan mempertajam diplomasi ba.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]