Benarkah Bill Gates Raup Rp 2.900 Triliun dari Vaksin?


Kamis, 24 September 2020 - 17:32:43 WIB
Benarkah Bill Gates Raup Rp 2.900 Triliun dari Vaksin? Bill Gates

HARIANHALUAN.COM - Sebuah video yang beredar di Facebook dan disaksikan ribuan kali mengklaim bahwa Bill Gates mengakui akan menghasilkan USD 200 miliar atau sekitar Rp 2.900 triliun dari investasinya dalam pembuatan vaksin termasuk vaksin Corona. Benarkah demikian?

Video itu memang tampak meyakinkan karena sang pendiri Microsoft yang berbicara sendiri dalam sebuah acara televisi CNBC yang berlangsung pada Januari silam. Di situ, dia berdiskusi soal manfaat ekonomi dari vaksinasi.

Namun demikian, menurut penelusuran AFP, video yang beredar di Facebook berdurasi 16 detik itu merupakan potongan yang mengakibatkan salah interpretasi. Bill Gates terlihat ditanya apakah benar imbal balik dari investasi di bidang vaksin sebesar USD 200 miliar dan ia menjawab "ya".

Postingannya di Facebook pun diberi judul 'Bill Gates mengaku bahwa dia menghasilkan USD 200 miliar dari vaksinnya'. Padahal dalam wawancara itu, jika dilihat dalam seluruh tayangannya, Bill Gates tidak sedang berbicara mengenai keuntungan pribadi melainkan manfaat yang didapat oleh masyarakat jika dilakukan vaksinasi.

Bill & Melinda Gates Foundation memang telah menggelontorkan miliaran dolar untuk pengembangan beragam vaksin, dari polio, HIV dan malaria. Terbaru, yayasan ini memberikan ratusan juta dolar pada beberapa pengembang vaksin Corona.

Namun demikian ketika berbicara keuntungan, Bill Gates tidak berbicara mengenai untuk pribadi, melainkan bahwa investasi pada bidang kesehatan akan menghasilkan manfaat berkali lipat buat masyarakat, bahkan jika dibandingkan dengan investasi di hal penting lain.

"Bagaimana jika kita investasi di proyek energi negara berkembang? Imbal baliknya USD 150 miliar. Infrastruktur? USD 170 miliar. Dengan investasi ke institusi kesehatan global, kita melampaui semua itu. USD 10 miliar yang kita beri untuk menyediakan vaksin, obat, tempat tidur dan suplai lainnya di negara berkembang diestimasi membawa manfaat sosial dan ekonomi senilai USD 200 miliar," jelas Gates di blognya.

Kalkulasi itu bukan perhitungan Gates, melainkan lembaga Copenhagen Consensus Center. David Lessman selaku juru bicara lembaga itu mengatakan postingan soal Bill Gates jadi untung besar dari investasi ke produksi vaksin adalah tidak benar.

Ia menjelaskan, ROI atau return of investment yang dimaksud terkait perhitungan biaya kesehatan yang mungkin turun karena adanya vaksin ataupun manfaat sosial karena warga tidak jadi sakit atau mengalami kematian.

"Tidak ada dari pengukuran tersebut terkait dengan Mr Bill Gates atau kontributor dana yang lain," kata dia, seperti dikutip detikINET dari AFP.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]