Indeks Manufaktur Indonesia Tertinggi ke-2 di Asean


Kamis, 24 September 2020 - 19:30:28 WIB
Indeks Manufaktur Indonesia Tertinggi ke-2 di Asean Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 sempat meremukkan dunia industri Indonesia, tak terkecuali industri manufaktur. Namun, tiga bulan terakhir, kegiatan manufaktur perlahan pulih, tercermin dari membaiknya Purchasing Managers’ Index (PMI), atau yang juga awam disebut sebagai Indeks Manufaktur.

Head of Public Relations, Dila Karinta mengatakan, berdasarkan riset Lifepal.co.id menganalisis bagaimana pemulihan PMI Indonesia apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Lifepal juga menganalisis bagaimana PMI-BI, indikator serupa yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, mempengaruhi fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

Purchasing Managers’ Index (PMI) merupakan suatu indikator utama bagi kegiatan perekonomian suatu negara yang dibuat melalui suatu tahapan survei terhadap parapurchasing manager di berbagai sektor bisnis yang ada.

"Angka PMI ini mengindikasikan seberapa optimis pelaku sektor bisnis terhadap kondisi perekonomian ke depan," kata Dila dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Kamis (24/9/2020).

Data PMI didasarkan pada survei bulanan dari perusahaan yang dipilih secara hati-hati. Data ini menyajikan indikasi lanjutan tentang apa yang sedang terjadi pada ekonomi sektor swasta dengan melacak variabel seperti, output, permintaan baru, tingkat stok, ketenagakerjaan, dan harga lintas sektor pabrik, konstruksi, eceran, dan jasa.

 

Dalam Purchasing Managers Index, angka yang dimungkinkan keluar berkisar dari angka 0 hingga 100:

Jika PMI dirilis dengan angka > 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami perkembangan (ekspansi). Semakin tinggi angka indeks PMI maka semakin besar pula perkembangan yang dialami.

Jika PMI dirilis dengan angka = 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami stagnasi (tidak ada perkembangan).

Jika PMI dirilis dengan angka < 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami penurunan (kontraksi). Purchasing Managers Index Indonesia menempati posisi ke-2 di Asean.

Terlihat ketika pandemi yang booming di bulan Maret disusul lockdown yang diberlakukan di banyak negara ASEAN hingga PSBB di Indonesia mengakibatkan Purchasing Managers Index mulai turun di bulan Maret. Tiap negara mencapai PMI terendah pada bulan April.

Selepas April, PMI semua negara kembali pulih. Hingga Agustus 2020, Myanmar adalah yang pemulihannya paling tinggi, disusul Indonesia di urutan ke-2. Vietnam sendiri, yang sempat nyaris tak tersentuh Covid-19, akhirnya baru memberlakukan lockdown pada akhir Juli 2020. Hingga Agustus, PMI Vietnam adalah yang terendah di antara 7 negara ASEAN.

Berada di peringkat 2 pada bulan Agustus 2020, Purchasing Managers Index Indonesia berada pada level 50,80% yang artinya, jika PMI dirilis dengan angka > 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami perkembangan (ekspansi). (*)

loading...
 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]