BMKG: Wilayah Indonesia Rawan Tsunami


Jumat, 25 September 2020 - 14:29:38 WIB
BMKG: Wilayah  Indonesia Rawan Tsunami Masjid Baiturrahman Banda Aceh selamat dari gempa dan tsunami 2004. (dok.Republika)

HARIANHALUAN.COM-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak daerah pertemuan lempeng, sehingga potensi tsunami dapat saja terjadi di banyak tempat. 

Potensi tsunami itu dapat terjadi di sepanjang daerah pertemuan lempeng tektonik, mulai dari Laut Andaman di bagian Tenggara Pulau Sumatera, di Simeulue, Nias, Mentawai, Enggano hingga ke bagian selatan Jawa sampai ke Nusa Tenggara. Daerah-daerah tersebut, kata dia, semuanya memiliki potensi sumber gempa yang dapat menimbulkan tsunami.

 "Jadi ancaman tsunami tidak hanya di selatan Jawa. Di sepanjang jalur pertemuan lempeng, di mana itu ada sumber gempa dan itu di laut sumber gempanya dengan magnitude besar, ya itu bisa berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono melalui sambungan telepon dengan Antara, Jumat (25/9/2020).

Ia mengatakan potensi tsunami tersebut dapat diketahui melalui berbagai hasil riset terhadap temuan-temuan endapan tsunami di masa lampau.

"Jadi dari endapan-endapan tersebut bisa diketahui bahwa suatu daerah pernah terjadi tsunami. Itu sudah dihitung dating dengan karbon sehingga bisa ketahuan diendapkan tahun berapa itu. Artinya di situ pernah terjadi tsunami," kata dia.

Terkait gempa-gempa besar yang dapat menimbulkan tsunami, ia mengatakan gempa-gempa tersebut memiliki periode kejadian hingga ratusan tahun dan potensi terulangnya bisa sangat besar dalam kurun waktu yang lama. "Tergantung perulangan sebelumnya, tahun berapa pernah terjadi dan kapan akan terjadi berikutnya," ujar Rahmat.

Kemudian, terkait dengan riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyebutkan kemungkinan potensi tsunami hingga 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, Rahmat Triyono mengapresiasi hasil riset itu karena dapat mengingatkan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi ancaman sehingga masyarakat bisa melakukan upaya antisipasi lebih baik.

"Kita apresiasi, karena itu artinya juga memberikan edukasi ke masyarakat kita semua, mengingatkan di sana ada ancaman gempa bumi yang berpotensi tsunami. Apalagi didukung data-data yang valid dan juga menggunakan data-data BMKG," kata dia.

Ia mengatakan ancaman tsunami tersebut bisa saja terjadi. Tetapi ia mengatakan prediksi tersebut merupakan prediksi dengan skala skenario terburuk.

"Artinya bahwa itu bisa terjadi. Cuma memang itu adalah skala worst case. Jadi skenario terburuk. Belum tentu itu terjadi dengan magnitudo itu," katanya.

Tetapi dalam setiap upaya mitigasi bencana, prediksi magnitudo besar atau prediksi dengan skenario terburuk merupakan skenario terbaik dalam upaya mitigasi, sehingga masyarakat dan pemerintah daerah setempat dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tepat dan matang untuk mengatasi ancaman terburuk itu.

"Artinya skenario terburuk adalah menjadi sebuah skenario terbaik dalam upaya mitigasi. Misalnya dalam hal ini skenario terburuknya (magnitudo) 9,1 dengan ketinggian katakan 20 meter. Jadi kita menyiapkan semua infrastrukturnya ya untuk ketinggian 20 meter. Jangan sampai yang disiapkan itu 10 meter, padahal skenario terburuknya 20 meter. Ya itu percuma," kata Rahmat. (*)

loading...
 Sumber : Antara /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 20 Juli 2020 - 10:46:00 WIB

    Kepala BMKG: Aktivitas Gempa Bumi Meningkat 11 Ribu Kali

    Kepala BMKG: Aktivitas Gempa Bumi Meningkat 11 Ribu Kali HARIANHALUAN.COM - Sejak tahun 2018 hingga sekarang, aktivitas gempa bumi disebut meningkat hingga lebih dari 11 ribu kali setiap tahunnya. .
  • Kamis, 09 April 2020 - 22:20:18 WIB

    Beredar Pesan Berantai WA Soal Angin Utara Bawa Wabah Penyakit, BMKG: Hoax

    Beredar Pesan Berantai WA Soal Angin Utara Bawa Wabah Penyakit, BMKG: Hoax JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Beredar pesan singkat yang tersebar di masyarakat melalui Whatsapp yang menyatakan akan ada angin utara menuju selatan yang membawa wabah penyakit. Dalam isi pesan tersebut meminta agar masyarakat.
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 04:29:16 WIB

    BMKG: Waspada Prediksi Hujan Petir di Wilayah Jakarta

    BMKG: Waspada Prediksi Hujan Petir di Wilayah Jakarta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprediksi terjadi hujan disertai kilat dan angin kencang di wilayah DKI Jakarta. Kondisi ini diprakirakan terjadi malam hari di wilayah Jaka.
  • Senin, 18 November 2019 - 08:13:54 WIB

    BMKG: Isu Kekeringan Panjang 2020 Itu Hoaks

    BMKG: Isu Kekeringan Panjang 2020 Itu Hoaks JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah prediksi "Global Warming 2019-2020"  tentang kekeringan panjang dan El Nino pada 2020..
  • Sabtu, 16 November 2019 - 23:08:52 WIB

    BMKG: Gempa Maluku, Bali dan Ambon tidak Saling Berkaitan

    BMKG: Gempa Maluku, Bali dan Ambon tidak Saling Berkaitan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa bumi yang terjadi di Laut Maluku, Bali Utara, dan Ambon tidak saling berkaitan. Rentetan gempa juga memiliki sumber berbeda ser.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]