Dalam 4 Hari Beruntun Rupiah Babak Belur, Ini Penyebabnya


Sabtu, 26 September 2020 - 11:26:11 WIB
Dalam 4 Hari Beruntun Rupiah Babak Belur, Ini Penyebabnya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dolar AS sedang perkasa, akibatnya dalam 4 hari beruntun rupiah melemah. Seperti sedang menghadapi Mike Tyson, nilai tukar rupiah babak belur melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada perdagangan pekan ini. 

Melansir data Refinitiv, rupiah terkoreksi parah 1,05% terhadap dollar AS selama sepekan terakhir ke level Rp 14.845/US$ mesikipun pada perdagangan akhir pekan rupiah sempat stagnan melawan dolar Paman Sam dan menghentikan pelemahan 4 hari berturut-turut. Rupiah semakin mendekati level psikologisnya di angka Rp 15.000/US$.

Perubahan outlook suku bunga dan penguatan dolar AS dipicu oleh pernyataan Charles Evans, Presiden The Fed Chicago.

Berbicara lewat daring di acara Official Monetary dan Financial Institution Forum, Evans mengatakan ekonomi AS berisiko dalam jangka panjang, mengalami pemulihan yang lambat, dan tidak bisa langsung keluar dari resesi tanpa bantuan stimulus fiskal. Evans juga melihat open-ended program pembelian aset The Fed (quantitative easing/QE) mampu menyediakan bagian penting untuk pemulihan ekonomi.

"Pernyataan Evans sangat hawkish. Ia menyebutkan QE dan menaikkan suku bunga sebelum target inflasi tercapai. Hal tersebut mengejutkan pasar," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda New York, sebagaimana dilansir CNBC International, Selasa (22/9/2020).

"Segera setelah kita berhasil mengatasi virus corona, anda akan melihat ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, dan seharusnya membuat dolar terus menguat," tambahnya.

Evans bukan merupakan anggota komite pembuat kebijakan moneter (Federal Open Market Committee/FOMC) di tahun ini, sehingga ia tak memiliki suara dalam memutuskan suku bunga. Tetapi pada tahun depan ia akan menjadi anggota FOMC, sehingga pasar melihat ada kemungkinan suku bunga akan naik sebelum 2023.

Ketika suku bunga dinaikkan, maka dolar AS juga akan menguat karena jumlah uang beredar akan turun. Dollar Index yang mengukur seberapa kuat mata uang Paman Sam terhadap berberapa mata uang besar dunia lainya sendiri selama sepekan ini berhasil terbang 1,82%. (*)

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]