Kabar Baik! Uji Coba Vaksin Corona Tahap Awal Hasilkan Kekebalan Tubuh yang Kuat


Ahad, 27 September 2020 - 18:23:35 WIB
Kabar Baik! Uji Coba Vaksin Corona Tahap Awal Hasilkan Kekebalan Tubuh yang Kuat Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kabar baik datang dari vaksin Corona Johnson & Johnson. Hasil awal dari uji klinis fase 1 dan 2 menunjukkan vaksin Corona ini bisa ditoleransi dengan baik.

Dikutip dari CNN International, vaksin ini bahkan menghasilkan respons imun atau kekebalan yang kuat di hampir 800 peserta. Uji coba ini diikuti oleh dua kelompok usia, 18 hingga 55 tahun dan 65 tahun ke atas, guna melihat keamanan dan efek samping dari dua dosis berbeda.

Penemuan awal dari uji coba menunjukkan bahwa vaksin tersebut benar-benar memicu respons kekebalan dan cukup aman dilanjutkan ke uji coba skala besar. Studi ini telah diposting di MedRxiv, tetapi belum ditinjau atau dipublikasikan dalam jurnal medis.

Para peneliti menemukan bahwa 99 persen dari peserta berusia 18 hingga 55 tahun dalam kedua kelompok dosis telah mengembangkan antibodi terhadap virus 29 hari setelah divaksinasi. Analisis menemukan bahwa sebagian besar efek samping, seperti demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri tubuh, dan nyeri di tempat suntikan cukup ringan dan hilang setelah beberapa hari.

Beberapa peserta akan menerima suntikan kedua vaksin sebagai bagian dari uji coba. Vaksin yang disebut Ad26.COV2.S menggunakan teknologi yang sama seperti yang digunakan untuk vaksin Johnson & Johnson's Ebola, Zika, HIV dan RSV.

Selanjutnya, uji coba fase 3 akan memeriksa keamanan dan efektivitas dosis tunggal terhadap plasebo untuk mencegah gejala COVID-19. Johnson & Johnson mengatakan pihaknya berencana untuk mendaftarkan 60 ribu sukarelawan dewasa di lebih dari 200 lokasi di AS dan Internasional.

"Fakta bahwa uji coba akan memeriksa kemanjuran satu dosis vaksin, bukan dua dosis, seharusnya mempercepat hasil," sebut Dr Paul Stoffels, kepala petugas ilmiah Johnson & Johnson.

Sejauh ini, vaksin Johnson & Johnson satu-satunya uji coba vaksin COVID-19 fase 3 di Amerika Serikat yang menguji vaksin dosis tunggal.

Sementara itu, Dr Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengatakan vaksinasi COVID-19 kemungkinan besar bisa dimulai pada November atau Desember. Namun dia memperingatkan kemungkinan akan ada keterlambatan, menjadi awal 2021 sebelum semuanya kembali normal. (*)

 Sumber : detikhealt /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]