Silang Pendapat Pimpinan KPK, NasDem: Pimpinan KPK Debat di Internal Saja, Jangan di Ruang Publik


Senin, 28 September 2020 - 18:18:44 WIB
Silang Pendapat Pimpinan KPK, NasDem: Pimpinan KPK Debat di Internal Saja, Jangan di Ruang Publik Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Silang pendapat pimpinan KPK, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron, soal narasi pejuang tinggalkan gelanggang terkait pegawai KPK yang mengundurkan diri, mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR dari F-NasDem Ahmad Sahroni. Ia meminta pimpinan KPK tidak berselisih pendapat di ruang publik.

"Soal silang pendapat antara para pimpinan KPK yaitu Pak Ghufron dan Pak Nawawi, menurut saya Komisioner KPK berdebatnya internal aja, jangan di ruang publik," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Sahroni meyakini KPK memiliki mekanisme penyelesaian masalah secara internal. Ia khawatir silang pendapat antarpimpinan ini akan membuat kredibilitas KPK semakin menurun di mata publik.

"Mereka kan pastinya punya mekanisme penyelesaian perbedaan pendapat di antara mereka sendiri, jadi selesaikan internal aja. Jangan buat kredibilitas atau persepsi publik terhadap KPK makin anjlok dengan silang pendapat seperti ini. Sebaiknya KPK kompak dan fokus untuk menyelesaikan kasus-kasus yang selama ini tengah ditanganinya," ungkapnya.

Sementara itu, terkait pengunduran diri sejumlah pegawai KPK, Sahroni meminta hal itu tidak menjadi ajang saling sindir antarpimpinan. Menurutnya, pengunduran diri para pegawai KPK seharusnya bisa dijadikan introspeksi untuk perbaikan KPK ke depan.

"Terkait karyawan KPK yang mundur dari pekerjaannya, menurut saya ya sudah, jangan jadi perdebatan, jangan jadi ajang sindir-sindiran, ini justru harus jadi ajang introspeksi diri bagi pimpinan KPK. Hal ini karena pasti ada alasan di balik mundurnya para karyawan ini, entah ketidakcocokan atau mungkin sistem yang mereka anggap tidak sesuai," ujar Sahroni.

"Nah itu yang harus diperhatikan, agar masalah ini tidak berlarut-larut dan justru berpengaruh negatif nantinya terhadap KPK," lanjut dia.

Sebelumnya, sejumlah pegawai KPK diketahui mundur dari lembaga antirasuah itu, salah satunya eks Jubir KPK Febri Diansyah. Pimpinan KPK Nurul Ghufron mengistilahkan KPK sebagai tempat pertempuran, sehingga dia lebih menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK. Ghufron menyebut KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi.

"Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih. Selamat kepada mereka yang masih mampu setia mencintai KPK," kata Ghufron.

Hal itu dibalas sesama pimpinan KPK, Nawawi Pomolango. Bagi Nawawi, para pegawai KPK yang akhirnya memilih mundur dari KPK seharusnya tidak dipandang sebelah mata.

"Ini bukan soal pejuang dan pecundang, tapi pilihan dengan pemikiran," kata Nawawi. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Januari 2020 - 09:43:13 WIB

    Tak Hanya Basuki, Anies Juga Silang Pendapat dengan Jokowi

    Tak Hanya Basuki, Anies Juga Silang Pendapat dengan Jokowi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali silang pendapat dengan pemerintah pusat mengenai banjir. Setelah sebelumnya dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono,.
  • Rabu, 01 Januari 2020 - 19:54:14 WIB

    Silang Pendapat Menteri Basuki dan Anies Soal Normalisasi Ciliwung

    Silang Pendapat Menteri Basuki dan Anies Soal Normalisasi Ciliwung JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Anies Baswedan meninjau banjir di kawasan Ibu Kota Jakarta. Usai meninjau banjir, Basuki dan Anies silang pendapat soal normalisasi Kali Ciliwung..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]