Jokowi Sebut Angka Kematian Corona di Indonesia Tinggi, Legislator PKS: Sistem Kesehatan Buruk!


Senin, 28 September 2020 - 18:34:45 WIB
Jokowi Sebut Angka Kematian Corona di Indonesia Tinggi, Legislator PKS: Sistem Kesehatan Buruk! Netty Prasetiyani

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia sedikit lebih tinggi dari angka rata-rata dunia. Menanggapi hal itu, anggota Komisi IX dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani menilai hal itu terjadi akibat buruknya sistem kesehatan dalam menangani pandemi COVID-19 di tanah air.

"Kondisi tersebut terjadi karena sistem kesehatan kita buruk dalam penanganan pandemi," kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2020).

Menurut Netty, apabila penanganan pandemi COVID-19 berjalan dengan baik, maka tidak akan ada krisis dokter, kekurangan fasilitas kesehatan, hingga lonjakan kasus Corona. Terlebih, Indonesia sudah berjuang menghadapi pandemi Corona selama satu semester.

"Kalau penanganan pandemi kita bagus, kita tidak akan mengalami krisis dokter, kekurangan APD, kekurangan ruang isolasi dan ICU serta tidak akan terjadi lonjakan kasus yang eksponansial setelah satu semester bergulat dengan pandemi," kata Netty.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini kurva terkait COVID-19 di Indonesia masih belum landai secara signifikan. Sedangkan, menurutnya, negara lain sudah berada di tahap mempersiapkan terjadinya gelombang kedua.

"Kurva Covid kita belum pernah melandai secara signifikan," ujarnya.

Merespons tingginya kasus penyebaran dan kematian akibat COVID-19, Netty menilai pemerintah perlu menghentikan laju transmisi yang terus memunculkan klaster, seperti penularan di perkantoran, angkutan publik, hingga pasar dan pusat perbelanjaan.

"Pertama, menahan laju pandemi langsung pada jantung persoalannya, yaitu menghentikan tingkat transmisi yang tinggi yang terus memunculkan klaster-klaster baru. Harus ada upaya keras untuk memutus mata rantai penularan di perkantoran, angkutan publik, pasar dan pusat perbelanjaan, asrama sekolah atau kampus, pertemuan-pertemuan dan rumah sakit. Bahkan, perkantoran pemerintah menjadi penyumbang angka kasus paling banyak di DKI," kata Netty.

Lebih lanjut, Netty mendorong peningkatan kapasitas testing COVID-19. Sebab, menurutnya, kapasitas Indonesia masih di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Meningkatkan kapasitas testing. Sangat menyedihkan bahwa kapasitas kita masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan testing per minggu adalah 1 per 1.000 penduduk," katanya.

Selain itu, Netty meminta pemerintah memprioritaskan anggaran, sumber daya manusia, serta program di bidang kesehatan. Ia pun menagih janji Jokowi yang mengatakan akan mengutamakan aspek kesehatan daripada pemulihan ekonomi.

"Prioritaskan sumber daya anggaran, SDM, waktu, program pada aspek kesehatan. Bukankah awal September lalu Presiden mengingatkan seluruh jajarannya untuk menunjukkan aura krisis dan mengutamakan aspek kesehatan daripada pemulihan ekonomi? Apakah ini sudah dilaksanakan dengan baik atau hanya dianggap angin lalu?," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo mengungkap kasus kematian akibat Corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia, di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Hal inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian.

"Kalau kita bandingkan dengan bulan lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun dari 4,33 persen jadi 3,77 persen. Meskipun kalau kita bandingkan dengan rata-rata dunia, kita sedikit lebih tinggi karena rata-rata dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian bisa terus menurun," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara virtual, Senin (28/9). (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]