Dokter Pembunuh Ribuan Janin Tewas di Penjara


Rabu, 30 September 2020 - 12:22:08 WIB
Dokter Pembunuh Ribuan Janin Tewas di Penjara Sejumlah tersangka melakukan adegan rekonstruksi dari praktek aborsi ilegal di klinik kawasan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (19/8/2020). ANTARA FOTO

HARIANHALUAN.COM - dr Sarsanto WS, tersangka kasus aborsi ribuan janin di klinik Raden Saleh, Jakarta Pusat tewas saat menjalani penahanan di Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan jika pemicu tersangka meninggal bukan karena Covid-19 tapi gegara penyakit bawaan. Sebab, kata Yusri, almarhum sempat menjalani tes swab dan hasilnya negatif.

"Sudah (dites swab), negatif (Covid-19)," kata Yusri dikutip dari Suara.com, Rabu (30/9/2020).

Yusri mengatakan bahwa Sarsanto meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pagi tadi. Setelah tiga hari sebelumnya yang bersangkutan sempat dirawat.

"Meninggal karena sakit," ujarnya.

Pembunuhan Berencana

Pengungkapan kasus praktik aborsi ilegal di klinik dr Sarsanto berawal dari keterangan SS yang merupakan tersangka sekaligus aktor utama dalam kasus pembunuhan berencana terhadap bos toko roti asal Taiwan, Hsu Ming Hu (52) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepada penyidik, SS mengaku menggugurkan kandungan hasil persetubuhan dengan Hsu Ming Hu pada tahun 2018 di klinik dr Sarsanto WS.

Ketika itu, SS mengugurkan kandungannya lantaran sang bos tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bahkan, Hsu Ming Hu lah yang memerintahkan dan membiayai SS untuk mengugurkan kandungannya dengan biaya operasional sekitar Rp 20 juta.

"Ada beberapa barang bukti yang kita amankan berupa catatan-catatan para pasien dan beberapa bisa kita lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Salah satunya adalah tersangka (SS) dari Polda yang kemarin berhasil diungkap dalam pembunuhan kasus warga negara asing di Bekasi yang jenazahnya dibuang ke Subang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Tubagus Ade Hidayat, pada Selasa (18/8).

Dalam kasus klinik aborsi ilegal ini, polisi telah menangkap 17 tersangka. Selain Sarsanto, belasan tersangka yang ditangkap adalah dr SS, dr TWP, EM, AK, SMK, W, J, M, S, WL, AR, MK, WS, CCS, HR, dan LH.

Mereka memiliki peran berbeda. Rinciannya, enam tersangka merupakan tenaga medis yakni dokter dan perawat. Kemudian empat tersangka merupakan pengelola klinik yang berperan melakukan negosiasi, penerimaan dan pembagian uang.

Selanjutnya, empat tersangka memiliki tugas antar jemput pasien, membersihkan janin, menjadi calo, dan membelikan obat. Sementara, tiga tersangka lainnya merupakan pasien yang melakukan aborsi.

"Sudah diamankan 17 orang tersangka. Terdiri dari medis; tiga orang dokter, satu orang bidan, dan dua orang perawat. Itu ada enam tenaga medis," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bawah klinik dr.SWS telah beroperasi selama lima tahun terakhir. Selain membuka praktik kontrol kesehatan kandungan, klinik tersebut juga melakukan praktik aborsi ilegal.

Dari data yang diperoleh, terhitung sejak Januari 2019 hingga April 2020 klinik tersebut telah melakukan praktik aborsi terhadap 2.638 pasien.

"Asumsi perkiraan setiap hari kurang lebih lima sampai tujuh orang yang melakukan aborsi di tempat tersebut," ungkapnya.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 299 dan atau Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 dan atau Pasal 349 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A juncto Pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman maksimal untuk dua Undang Undang khusus (Kesehatan dan Perlindungan Anak) tersebut adalah ancamannya 10 Tahun. Sedangkan undang-undang KUHP bervariasi ada yang empat tahun, kemudian lima tahun enam bulan, dan kemudian karena bersama-sama dilakukan dengan Pasal 349 akan ditambah sepertiganya," pungkas Tubagus. (*)

loading...
 Sumber : Suara.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 10 Oktober 2020 - 13:05:17 WIB

    Duh, 40 Dokter di Kepri Terpapar Covid-19

    Duh, 40 Dokter di Kepri Terpapar Covid-19 HARIANHALUAN.COM–Tidak hanya  masyarakat, jumlah tenaga kesehatan juga demikian. Hingga kini  tercatat sudah sebanyak 40 dokter yang mengabdi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi korban terpapar virus Covid-19. .
  • Selasa, 06 Oktober 2020 - 13:18:25 WIB

    Aduh! Dokter dan Perawat di RSUD Rohul Terpapar Covid-19

    Aduh! Dokter dan Perawat di RSUD Rohul Terpapar Covid-19 HARIANHALUAN.COM- Sejumlah dokter dan perawat yang bertugas di RSUD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terkonfirmasi Covid-19. Pusat pelayanan di RSU ini  seperti, rawat inap dan Unit Gawat Darurat (UGD) untuk sementara wak.
  • Senin, 05 Oktober 2020 - 16:12:24 WIB

    Duh, Empat Dokter Lagi Terpapar Covid-19

    Duh, Empat Dokter Lagi Terpapar Covid-19 HARIANHALUAN.COM-Pandemi  corona virus  masih belum  mereda. Sebanyak  empat orang dokter yang bertugas di pelosok, dinyatakan positif terinfeksi covid-19, Senin (5/10/2020)..
  • Sabtu, 03 Oktober 2020 - 15:32:24 WIB

    Innalillahi, Satu Lagi Dokter di Riau Meninggal Akibat Covid-19

    Innalillahi, Satu Lagi Dokter di Riau Meninggal Akibat Covid-19 HARIANHALUAN.COM-Satu lagi dokter di Provinsi Riau  meninggal dunia diduga akibat terpapar virus Corona. Sebelumnya, memang uji cepat (rapid test) menunjukan hasil reaktif dan kondisi klinisnya terinfeksi virus SARS-Cov-2..
  • Selasa, 29 September 2020 - 16:10:00 WIB

    Sebelum Meninggal, Hasil Swab Dokter Hamido 2 Kali Negatif Covid-19

    Sebelum Meninggal, Hasil Swab Dokter Hamido 2 Kali Negatif Covid-19 HARIANHALUAN.COM- dr Hamido Hutahuruk (62), dokter spesialis kandungan RSUD Arifin Achmad (AA) yang meninggal dunia kemarin, sebelumnya positif terpapar Covid-19. Namun dalam perawatan  dan dua kali swab, hasilnya telah nega.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]