Tak Dijual Bebas, Siapa Saja yang Boleh Membeli Remdesivir untuk Obat Covid-19?


Jumat, 02 Oktober 2020 - 12:27:54 WIB
Tak Dijual Bebas, Siapa Saja yang Boleh Membeli Remdesivir untuk Obat Covid-19? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Remdesivir yang digunakan untuk mengobati pasien virus corona atau covid-19 telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Pengawas (BPOM), Kamis (1/10/2020) kemarin. Remdesivir dengan merek jual Covifor siap didistribusikan dan dipasarkan ke seluruh provinsi di Indonesia.

Meski begitu, obat buatan perusahaan farmasi India Hetero ini tidak dijual secara bebas di apotek. Pasalnya, BPOM menegaskan jika penggunaan remdesivir sebagai obat COVID-19 bersifat emergency use.

"Jadi karena ini (remdesivir atau Covifor) adalah approval dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah otorisasi penggunaan darurat ya jadi emergency use authorization, jadi semua penanganannya, atau distribusi obat tersebut (Covifor) ini akan langsung ke rumah sakit," ungkap President Director of PT Kalbe Farma Tbk dalam konferensi pers Kalbe dan PT Amarox Pharma Global, dikutip dari Wowkeren.com, Jumat (2/10/2020).

"Jadi tidak bisa istilahnya ke instalasi yang lain ataupun apotek, tapi langsung ke rumah sakit," tegasnya.

Pihak PT Kalbe Farma ingin memastikan penggunaan remdesivir untuk obat COVID-19 berjalan dengan tepat. Terutama terkait pendistribusian dan pemakaian remdesivir.

"Itu yang harus kami yakinkan distribusinya supaya pemanfaatan produk ini dilakukan dengan tepat kepada pasien langsung di rumah sakit tersebut," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, spesialis paru dr Erlina Burhan dari RS Persahabatan menjelaskan pemberian remdesivir pada pasien COVID-19 menggunakan infus. Hari pertama, pasien COVID-19 akan diberikan remdesivir sebanyak 200 mg.

Lalu pada hari berikutnya, 5 hingga 10 hari ke depan, disebut dr Erlina dosis yang diberikan sebanyak 100 miligram saja. Remdesivir diyakini bisa menghambat replikasi virus sehingga tidak memperparah infeksi COVID-19.

"Jadi mudah-mudahan replikasi virus ini akan dihambat (karena remdesivir) sehingga tidak terjadi keparahan yang lebih lanjut dan kemudian sistem imunitas bisa dikendalikan," pungkasnya. (*)

 Sumber : Wowkeren.com /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]