Pengamat Nilai Konflik Partai Ummat vs PAN Dinilai Bakal Panjang karena Faktor Amien Rais


Ahad, 04 Oktober 2020 - 08:04:59 WIB
Pengamat Nilai Konflik Partai Ummat vs PAN Dinilai Bakal Panjang karena Faktor Amien Rais Amien Rais mengumumkan partai barunya, Partai Ummat

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Konflik politik antara Partai Ummat dengan PAN dinilai Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin akan berlangsung panjang dan tidak berkesudahan. Alasannya, konflik bersumber dari Amien Rais yang juga merupakan pendiri PAN.

"Konflik ini tidak akan berkesudahan, rivalitas itu akan berkelanjutan, bukan hanya sampai pilpres (2024) nanti, tapi terus menerus Partai Ummat ini bagian kekecewaan, Partai Ummat diidentikkan Amien Rais. Amien Rais itu mendirikan PAN, membesarkan PAN, lalu didepak oleh kadernya sendiri. Akhirnya konflik tidak tunggal," kata ujang saat dihubungi, Sabtu (3/10/2020).

Meruncingnya konflik antara PAN dengan Amien Rais, terjadi pada gelaran Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, kurun Februari 2020 lalu. Amien Rais saat itu mendukung pasangan Mulfachri Harahap-Hanafi Rais melawan petahana Zulkifli Hasan dalam pemilihan ketua umum PAN baru.

Pada akhirnya, Zulkifli Hasan, yang merupakan besan Amien Rais, menjadi pemenang di Kongres ke-5 PAN di Kendari. Beberapa waktu setelah kongres, Amien Rais mengaku sudah dikeluarkan dari PAN karena beda prinsip.

Munculnya Partai Ummat tidak menghentikan konflik tersebut. Namun, menjadi babak bari perseteruan antara Amien Rais dengan PAN Zulkifli Hasan.

"Apakah partai baru ini selesaikan konflik? Ini awal konflik lagi, kenapa? Karena nanti basus masa sama. Basis pemilih sama. Berebut masa sama, suara PAN akan berusaha diambil oleh Partai Ummat Amien Rais," ujarnya.

Menurut Ujang, Partai Ummat dan PAN memiliki basis pemilih sama, yaitu Muhammadiyah. Perebutan suara inilah yang menentukan besar tidaknya Partai Ummat.

"Kalau dia (Partai Ummat) bisa ambil basis masa PAN, basis masa PAN itu basis masa Muhammadiyah, bisa dipindah, dierebut, akan bisa bersaing. Kalau tidak disebut, dikuasai PAN, sulit akan besar," kata Ujang.

Selain itu, ketokohan Amien Rais akan membuat konflik ini panjang dan keras. Amien telah dikenal sebagai salah satu oposisi pemerintah yang sering mengkritik kebijakan presiden.

"Karena kita tahu, kenapa (konflik) lebih keras, Amien Rais itu motor oposisi yang tidak disukai oleh pemerintah, dan partai sendiri yang didirikan (PAN), maka bahasanya Amien Rais didepak oleh anak buah sendiri. Tapi ini politik," kata Ujang. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]