Terapung 72 Jam di Laut, Nelayan Mentawai Selamat Karena Minum Air Hujan


Ahad, 04 Oktober 2020 - 19:48:00 WIB
Terapung 72 Jam di Laut, Nelayan Mentawai Selamat Karena Minum Air Hujan Apel tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap nelayan Mentawai yang hilang. Akhirnya, dia ditemukan dalam kondisi selamat.

HARIANHALUAN.COM - Hari keempat pencarian seorang nelayan Dusun Pokkai, Desa Sikabaluan yang dilaporkan hilang pada 1 Oktober lalu, tim dari Basarnas akhirnya menemukan nelayan tersebut dengan kondisi selamat oleh kapal tundo yang hendak mancing di perairan laut Mentawai, Minggu (4/10/2020).

Kepala Kantor SAR Kelas B Mentawai Akmal kepada harianhaluan.com melalui whatsapp pribadinya mengatakan, korban sebelumnya sempat dihantam badai dan dihanyutkan jauh dari lokasi dia memancing. Diketahui, korban yang bernama Nofialdi (30) tersebut pergi memancing menggunakan perahu tradisional dengan mesin jenis long tail atau yang biasa disebut pompong.

Baca Juga : Sepuluh Orang Anggota Sindikat Pengedar Uang Palsu Ditangkap

Saat berusaha pulang, korban kehabisan bahan bakar dan dihanyutkan arus jauh ke tengah laut. Perjuangan korban selama terapung-apung di tengah lautan selama kurang lebih 72 jam tanpa persediaan makanan dan minuman. Dia hanya mengharapkan hujan turun sekedar menghilangkan dahaganya. Nasib baik, pada hari keempat akhirnya bertemu dengan kapal tundo dari Padang yang hendak memancing.

"Tim mendapatkan informasi bahwa korban yang kita cari sudah bersama kapal tundo. Kemudian, tim bergerak melakukan evakuasi korban dari kapal tundo dan dibawa ke Sikabaluan, selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga. kondisi korban baik-baik saja," kata Akmal.

Baca Juga : Awas, Hari Ini Merapi Tujuh Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar

Dia menyebutkan, pukul 14.25 WIB, tim SAR Gabungan (SRU I) berhasil menemukan korban di daerah perairan Labuhan Bajo antara Siberut -Padang di kapal tundo milik masyarakat dengan radial 74°, jarak 28 Nautikal mil dari dermaga Sikabaluan pada posisi Koordinat 0°58'0.82"S -  99°24'17.92"E. Pada pukul 16.35 WIB, korban dan tim SAR gabungan tiba di dermaga Sikabaluan.  

"Selanjutnya, korban diserahkan ke pihak keluarga. Pada pukul 17.00 WIB, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan semua unsur kembali kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," imbuhnya. 

Baca Juga : Riau Dikepung Titik Api, Karhutla Terjadi di Delapan Daerah

Armada dan peralatan yang digunakan tim SAR gabungan dalam upaya pencarian kata Akmal yaitu RIB 02 Mentawai, alat komunikasi, alat bantuan navigasi, peralatan evakuasi dan rescue carrier serta dua unit long boat nelayan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama tim Gabungan Rescue SAR Mentawai, Polsek Sikabaluan, Pos Al, Koramil Siberut, BPBD, Pol PP, Perhubungan, PT. Tiniti dan masyarakat yang ikut serta melakukan pencarian tersebut," tutupnya. (*)

Baca Juga : Bersiap Edarkan Puluhan Pil Ekstasi, Pria RS Keburu Tertangkap

Reporter : Redi | Editor : Agoes Embun
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]