Harga Obat COVID-19 di Negara Lain Tak Semahal di Indonesia


Senin, 05 Oktober 2020 - 06:53:39 WIB
Harga Obat COVID-19 di Negara Lain Tak Semahal di Indonesia Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Perusahaan farmasi mulai berlomba mencari dan menyediakan obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan COVID-19. Salah satu yang sudah beredar di Indonesia adalah Remdesivir.

Obat jenis itu dinilai mampu menyembuhkan pasien Corona. Beberapa perusahaan sudah mengumumkan akan mendistribusikan Remdesivir dan sudah mematok harga untuk tiap dosisnya.

PT Kalbe Farma Tbk salah satunya, mereka mengimpor obat ini dari perusahaan farmasi India, Hetero Pharma. Mereka menunjuk Amarox sebagai importir. Kalbe Farma membanderol harga obat COVID-19 yang diberi nama Covifor ini seharga Rp 1,5 juta per vial.

Namun, sebelumnya saat pengumuman obat ini ke publik, Kalbe Farma mematok Rp 3 juta per vial untuk Covifor. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengungkapkan harga diturunkan demi komitmen Kalbe bersama Amarox untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19.

"Setelah diskusi bersama Kalbe, Hetero India dan Amarox, kami sepakat memberikan harga jual khusus Covifor," kata dia dalam siaran pers, Sabtu (3/10/2020).

Penggunaan Remdesivir atau Covifor untuk obat COVID-19 oleh BPOM bersifat emergency use. Maka dari itu obat ini tidak dijual bebas. Obat hanya didistribusikan langsung ke rumah sakit.

Di lain pihak, obat Remdesivir juga akan didistribusikan oleh PT Indofarma Global Medika. Mereka memberikan nama obat itu Desrem.

Obat ini mengandung Remdesivir 100 mg. Dirut Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan pihaknya akan membanderol Desrem di bawah Rp 2 juta per vial.

"Harga kami buat akan lebih terjangkau yaitu di bawah Rp 2 juta per dosis," ungkap Arief kepada detikcom.

Harga obat COVID-19 cukup bervariasi di Indonesia, umumnya jutaan rupiah. Lalu murah mana dengan harga obat sejenis yang beredar di negara lain?

Obat Remdesivir memang sudah dipakai di negara lain untuk mengobati COVID-19, salah satunya di India. Di sana, Remdesivir sama-sama diproduksi oleh perusahaan farmasi Hetero Pharma, yang menyediakan obat untuk Kalbe Farma. Namanya pun sama-sama Covifor.

Mengutip Financial Express, Minggu (4/10/2020), Juni lalu, Hetero mengumumkan akan mendistribusikan Covifor untuk pertama kalinya sebanyak 20 ribu vial. Sama seperti di Indonesia, Covifor di India hanya didistribusikan ke rumah sakit saja.

Dalam pernyataannya ke publik, Hetero mematok harga untuk Covifor sebesar 5.400 rupee per vial. Bila dirupiahkan jumlahnya sekitar Rp 1 juta (dalam kurs Rp 202,9/rupee).

Remdesivir juga digunakan di Amerika Serikat (AS) untuk menyembuhkan COVID-19. Di negeri Paman Sam, Remdesivir diproduksi oleh perusahaan farmasi Gilead Sciences.

New York Times, akhir Juni lalu memberitakan Gilead dan Departemen Kesehatan AS telah mengumumkan harga untuk Remdesivir. Obat ini akan diberikan per sesi pengobatan yang akan menghabiskan 6 dosis Remdesivir.

Remdesivir dijual seharga US$ 520 per vial atau sekitar Rp 7,6 juta (dalam kurs Rp 14.800) atau sebesar US$ 3.120 atau Rp 46 juta per sesi pengobatan di rumah sakit. Harga itu diberikan pada pengobatan pasien dengan asuransi swasta.

Harga berbeda dipatok untuk pasien yang menggunakan asuransi resmi pemerintah. Harga Remdesivir akan ditetapkan pada US$ 390 per vial adalah Rp 5,7 juta, atau US$ 2.340 atau Rp 34 juta per sesi pengobatan.(*)


 

 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]