Ramai Hoax UU Cipta Kerja, Menaker: Upah Minimun Tak Dihapus, Tapi...


Rabu, 07 Oktober 2020 - 18:11:17 WIB
Ramai Hoax UU Cipta Kerja, Menaker: Upah Minimun Tak Dihapus, Tapi... Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap banyak berita bohong alias hoax soal Undang-undang Omnibus Cipta Kerja. Salah satunya, mengenai penghapusan ketentuan upah minimum.
Airlangga mengatakan, tidak benar jika ketentuan upah minimum tersebut dihapus.

"Upah minimum tidak dihapuskan, namun ditetapkan dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, maka upah tidak akan turun," katanya dalam Konferensi Pers Penjelasan UU Cipta Kerja, Rabu (7/10/2020).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, Undang-undang Cipta Kerja tetap mengatur hak-hak dan perlindungan upah pekerja atau buruh sebagaimana peraturan perundang-undangan. Ida menegaskan, undang-undang ini tidak menghapus ketentuan upah minimum.

"Jadi banyak yang berkembang bahwa upah minimum dihapus. Jadi upah minimum ini tetap kita atur kemudian ketentuannya tetap mengacu Undang-undang 13 Tahun 2003 dan PP 78 2015 memang selanjutnya tetap diatur Peraturan Pemerintah," kata Ida.

Ida menuturkan, Peraturan Pemerintah ini akan mengatur lebih detil formula upah.

"Terdapat penegasan variabel dan formula dalam penetapan upah minimum berdasarkan pertumbuhan ekonomi atau inflasi," tambahnya.

Dia juga menegaskan, ketentuan upah minimum kabupaten atau kota juga dipertahankan.

"Upah minimum kabupaten kota juga tetap dipertahankan. Saya ulang untuk menegaskan bahwa upah minimum kabupaten kota tetap dipertahankan," sambungnya.

Ida bilang, yang baru dalam undang-undang ini ialah penghapusan penangguhan pembayaran upah minimum. Ida mengatakan, hal itu disebutkan secara jelas dalam aturan ini.

"Hal baru yang lain saya kira perlu saya sampaikan, Undang-undang Cipta Kerja menghapus mengenai penangguhan pembayaran upah minimum. Jadi tidak bisa ditangguhkan, ini clear disebutkan Undang-undang Cipta Kerja ini," katanya.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 18 Oktober 2020 - 12:22:20 WIB

    Pihak RI 'Ramai-ramai' Terbang ke Tiongkok Pastikan Kualitas Vaksin Covid-19

    Pihak RI 'Ramai-ramai' Terbang ke Tiongkok Pastikan Kualitas Vaksin Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Tim Inspektur Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi ke Tiongkok, Kamis (15/10), untuk memastikan kualitas vaksin Covid-19 yang akan dibeli oleh pemerintah Indonesia..
  • Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:21:52 WIB

    Menteri Jokowi Ramai-ramai ke Wamena, Ngapain?

    Menteri Jokowi Ramai-ramai ke Wamena, Ngapain? HARIANHALUAN.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto bersama para menteri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Wamena, Pa.
  • Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:10:05 WIB

    Khawatir Klaster Pilkada, Pemerintah Batasi Izin Keramaian

    Khawatir Klaster Pilkada, Pemerintah Batasi Izin Keramaian HARIANHALUAN.COM - Pelaksanaan Pilkada Serentak di beberapa daerah di Indonesia perlu diwaspadai. Bukan tanpa alasan, Pilkada Serentak memiliki resiko menjadi klaster penularan COVID-19. Sebagai salah satu daerah yang menjadi.
  • Ahad, 27 September 2020 - 07:04:00 WIB

    Ramai soal 'Video Tersembunyi' di Uang Rp 75.000, Ini Penjelasan BI

    Ramai soal 'Video Tersembunyi' di Uang Rp 75.000, Ini Penjelasan BI HARIANHALUAN.COM - Bank Indonesia (BI) angkat bicara mengenai teknologi augmented reality (AR) di uang edisi khusus Rp 75.000. Hal ini disampaikan karena dunia maya dihebohkan soal "video tersembunyi" di uang edisi Rp 75.000..
  • Senin, 21 September 2020 - 19:29:05 WIB

    Ramai Insentif Prakerja Diduga buat Booking PSK, Ini Penjelasan Pihak Terkait

    Ramai Insentif Prakerja Diduga buat Booking PSK, Ini Penjelasan Pihak Terkait HARIANHALUAN.COM - Belakangan ini sebuah postingan mengenai pemanfaatan dana insentif Kartu Prakerja viral. Sebab, dalam unggahan tersebut diceritakan seorang peserta program Kartu Prakerja menggunakan uang insentif tersebut .

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]