Di Tengah Pandemi Covid-19, Kondisi Pariwisata Indonesia Masih Belum Pulih


Kamis, 08 Oktober 2020 - 06:29:43 WIB
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kondisi Pariwisata Indonesia Masih Belum Pulih Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Situasi pandemi yang terus berlangsung hingga kuartal ketiga ini, membawa dampak yang sangat signifikan bagi sektor pariwisata Indonesia. Beragam kebijakan dan inovasi pun dituangkan guna menghadapi masa pandemi yang tak kunjung usai. Berikut beberapa informasi terkini dari sektor pariwisata Indonesia hingga kuartal ketiga 2020.

Penghujung kuartal ketiga 2020 belum lama berlalu. Situasi pandemi di dalam negeri belum juga kondusif. Beberapa waktu yang lalu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah menerapkan berbagai regulasi untuk meminimalkan transmisi virus. Meski begitu, hingga saat ini kita masih harus berjuang dalam menghadapi situasi sulit pandemi.

Begitu pun dengan sektor pariwisata dalam negeri. Sejak memasuki awal kuartal ketiga, pegiat pariwisata sempat mulai bergairah dan optimistis pasca diterapkannya tatanan kenormalan baru (new normal). Meski keadaan tersebut tidak berlangsung lama.

Kasus COVID-19 di Indonesia yang mengalami peningkatan, membuat pemerintah kembali menerapkan pengetatan di berbagai daerah. Lantas, seperti apa informasi terkini dari sejumlah sektor pariwisata Indonesia? Batam Tourism Polytechnic (BTP), salah satu politeknik swasta terbaik di bidang pariwisata yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau, merangkumnya sebagai berikut.

Peluncuran label InDOnesia CARE untuk pariwisata Indonesia

Pada bulan Agustus lalu, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan panduan protokol kesehatan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Panduan ini disebut sebagai 'InDOnesia CARE', yang menggambarkan dukungan pemerintah terhadap pariwisata Indonesia. Melalui program ini, sektor pariwisata dalam negeri diharapkan dapat segera bangkit di tengah masa pandemi.

Selain itu, peluncuran program ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pariwisata yang adaptif, melalui penerapan protokol yang mencakup kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan yang lestari (Cleanliness, Health, Safety, and Environment/CHSE).

Penerapan CHSE di seluruh bidang pariwisata akan melalui proses verifikasi yang ketat, melalui tim Kemeparekraf yang bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan, serta beberapa asosiasi, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Meski begitu, program InDOnesia CARE ini tidak hanya terbatas pada industri hotel dan restoran saja, tapi juga turut menyediakan protokol kesehatan bagi industri kreatif. Harapannya, melalui panduan ini, wisatawan dapat merasa lebih nyaman dan aman untuk berwisata di tengah masa transisi atau adaptasi.

Bali menutup pintu bagi wisatawan asing hingga akhir 2020

Sebelumnya, Bali dijadwalkan akan kembali membuka pintu bagi wisatawan asing pada 11 September 2020. Namun, melihat pertumbuhan kasus COVID-19 yang kian meningkat, Gubernur Bali, I Wayan Koster, memutuskan untuk menundanya hingga akhir 2020.

Menurutnya, penundaan ini dianggap penting untuk menjaga citra Indonesia dan Bali di mata dunia saat pemulihan perjalanan nantinya. Sementara itu, saat ini sektor pariwisata Bali masih berfokus pada pertumbuhan pariwisata domestik dengan diikuti protokol keamanan yang ketat.

"Penutupan salah satu destinasi pariwisata Indonesia, Wae Rebo, oleh masyarakat adat Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur, yang rencananya hendak dibuka pada awal September oleh Gubernur NTT, Vikotor Bungtilu Laskodat. Namun demikian, keputusan ini bertentangan dengan kehendak masyarakat desa," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Kamis (8/10/2020).

Satu minggu setelah dibuka, masyarakat setempat menutup kembali akses masuk ke kawasan kampung tradisional tersebut. Hal ini didasarkan pada musyawarah masyarakat, yang memutuskan untuk menutup kembali desa wisata tersebut hingga berakhirnya wabah COVID-19.

Konsep baru menikmati satwa secara live di media sosial Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa (TM) Ragunan merupakan salah satu tempat wisata yang turut ditutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta gelombang kedua. Menanggapi hal tersebut, pihak TM Ragunan memutuskan untuk kembali melaksanakan virtual tour yang menampilkan berbagai jenis satwa secara live di Instagram @ragunanzoo. Beberapa di antaranya adalah gajah sumatera, harimau sumatera, siamang, orang utan sumatera, buaya, dan jerapah. (*)

loading...
 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 30 Oktober 2020 - 09:50:14 WIB

    Yuk Lihat, Jumat Ini Diumumkan Hasil Seleksi CPNS

    Yuk Lihat, Jumat Ini Diumumkan Hasil Seleksi CPNS HARIANHALUAN.COM-Hari Jumat ini  (30/10/2020), hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) diumumkan. Waktu pengumuman tidak serentak, namun tergantung masing-masing instansi..
  • Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:15:31 WIB

    Jangan Sampai Lewat! Lowongan CPNS 2021 Dibuka Lebih Banyak dari Tahun lalu

    Jangan Sampai Lewat! Lowongan CPNS 2021 Dibuka Lebih Banyak dari Tahun lalu HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) berencana membuka kembali seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2021. Pada lowongan CPNS 2021, jumlah formasi yang di.
  • Jumat, 30 Oktober 2020 - 07:20:48 WIB

    Deretan Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri

    Deretan Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri HARIANHALUAN.COM - Ternyata ada banyak tokoh asal Indonesia yang namanya harum hingga luar negeri. Para tokoh ini dikagumi karena keberanian dan semangatnya untuk memajukan rakyat Indonesia..
  • Jumat, 30 Oktober 2020 - 06:13:31 WIB

    Wah, Anies Baswedan Dituding  Biayai Demo Tolak UU Cipta Kerja

    Wah, Anies Baswedan Dituding  Biayai Demo Tolak UU Cipta Kerja HARIANHALUAN.COM-Inisiator Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ)Agung Nugroho menegaskan, tuduhan Gubernur DKI Anies Baswedan  membiayai demo  buruh dan mahasiswa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja,   merupakan pelanggar.
  • Kamis, 29 Oktober 2020 - 23:03:08 WIB

    Keris Pangeran Diponegoro Diperlihatkan ke Publik

    Keris Pangeran Diponegoro Diperlihatkan ke Publik HARIANHALUAN.COM - Masih dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional 2020, Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Museum Nasional menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro “Pamor Sang Pangeran”. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]