Berakhir Hari Ini, Akankah Anies Perpanjang PSBB Ketat DKI Jakarta?


Ahad, 11 Oktober 2020 - 08:10:42 WIB
Berakhir Hari Ini, Akankah Anies Perpanjang PSBB Ketat DKI Jakarta? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tepat hari ini, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta yang kembali diberlakukan secara ketat akan berakhir. Pengetatan PSBB DKI ini diberlakukan sejak 14 September 2020 dan sebelumnya telah diperpanjang. Akankah PSBB ketat akan diberlakukan kembali?

Dilihat dari data covid19.go.id, total kasus Corona di DKI Jakarta sudah mencapai 83.372 kasus pada 8 Oktober 2020. Jumlah ini mengalami peningkatan sejak hari pertama PSBB ketat kembali diberlakukan, yakni 55.097 kasus.

Meski begitu, total kasus sembuh Corona pun mengalami peningkatan dari 42.251 orang menjadi 68.260 orang selama 25 hari PSBB ketat berlangsung. Namun, penambahan juga terjadi pada kasus meninggal, yakni dari 1.418 orang 1.834 orang.

Lantas, apakah PSBB DKI Jakarta akan diperpanjang lagi, Pak Anies?

Pengetatan PSBB mulanya hanya diberlakukan selama 2 pekan, pada 14-27 September. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian memutuskan memperpanjangnya hingga 11 Oktober 2020 atau tepatnya hari ini dengan sejumlah pertimbangan.

Pertimbangan kala itu adalah masih meningkatnya grafik kasus COVID19 daerah penyangga DKI Jakarta. Karena itu, penyelarasan langkah-langkah kebijakan harus dilakukan, sehingga pengetatan PSBB harus diperpanjang.

"Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu," kata Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020) lalu.

Hari ini, sudah 4 pekan berlalu sejak pengetatan PSBB dilakukan. Namun, belum ada keputusan terkait apakah PSBB akan kembali diperpanjang atau dihentikan disampaikan ke masyarakat.

Pada 5 Oktober lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti, menyebut pihaknya masih mengkaji perihal perpanjangan PSBB. Apakah PSBB perlu diperpanjang atau tidak.

"Lagi ditunggu, kan ada kajian. Kajiannya kan hari-harian sampai sepekan. Pengkajian harian, kita laporkan mingguan di bahas di tim provinsi seminggu sekali, kecuali ada hal tertentu yang sangat emergency, tentunya bisa dipercepat. Jadi kita monitoring evaluasi, seminggu sekali minimal," ujar Widyastuti saat ditemui di Balai Kota DKI.

Pemprov DKI Jakarta pun telah membahas kelanjutan PSBB ketat pada Sabtu (10/10) kemarin. Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi pelaksanaan PSBB selama ini.

"Jam 11 siang ini kami ada rapat soal ini. Nanti (pengumumannya) sesudah itu. Tinggal finalisasi bahan komunikasinya," kata Gubernur DKI Jakarta Baswedan di Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Anies, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait nasib PSBB di DKI. Anies juga mengaku telah mengevaluasi PSBB yang diperketat selama satu bulan terakhir, meski belum merinci. Dia mengatakan telah memiliki data-data tersebut, termasuk angka kepatuhan warga DKI terkait penerapan protokol kesehatan di PSBB.

"Nanti justru ketika kami menyampaikan pengumuman tentang status, kami akan tunjukkan datanya. Tentang efek PSBB selama empat minggu ini. Nanti kami tunjukkan apa langkah ke depan," ujar Anies.

Meski nasib PSBB yang diperketat belum diumumkan, perpanjangan kebijakan itu sudah mendapat penolakan. Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta meminta Anies menyetop PSBB.

"Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendesak agar Gubernur DKI Jakarta tidak melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta dan mencari jalan keluar yang rasional, karena dinilai menyengsarakan masyarakat Jakarta," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono, kepada wartawan, Sabtu (10/10).

Senada dengan sikap fraksi, anggota F-PDIP DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menilai PSBB DKI sudah tidak relevan. Kenneth meminta Anies melibatkan anggota DPRD dalam pengambilan keputusan terkait PSBB DKI.

"Saya menilai PSBB sudah tidak relevan lagi diterapkan di Jakarta. Warga saat ini butuh kepastian dari Gubernur, salah satunya agar kebutuhan ekonominya bisa terpenuhi. Kesehatan dan ekonomi sudah harus berjalan seiring," ujar Kenneth. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]