Nenek Hidupi Empat Cucu, Andre Rosiade Bantu Penjual Sayur di Pauh


Senin, 12 Oktober 2020 - 10:47:44 WIB
Nenek Hidupi Empat Cucu, Andre Rosiade Bantu Penjual Sayur di Pauh Tim AR Center, Nurhaida menyerahkan bantuan beras dan uang tunai dari Andre Rosiade untuk keluarga Anizar di Pauh, Kota Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Anizar (58) masih terlihat gusar dan sedih di rumahnya yang sederhana dan jauh dari kesan selesai di RT 3, RW 1, Kampung Dalam, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Cukup jauh rumah itu dari jalan raya. Menelusuri aliran sungai, jalan setapak, pintu irigasi dan area persawahan, barulah sampai di rumah yang baru setengah dibedah oleh program pemerintah.

Yang membuat dia gamang adalah, sebulan lalu anaknya, Suci (30) meninggal dunia, menyusul menantunya beberapa tahun lalu. Kini, anak-anak mereka, empat orang harus hidup dalam tanggungannya yang sehari-hari hanya menjadi penjual sayur. Di samping kehidupannya sebagai petani di kawasan Pauh.

“Saya belum bisa berbuat banyak, masih teringat-ingat anak yang meninggal sebulan lalu. Entah bagaimana saya membesarkan anak-anaknya yang masih kecil-kecil ini, belum ada yang mandiri. Mereka masih sekolah, meski sekarang di rumah saja,” kata Anizar saat didatangi Tim AR Center di rumahnya yang masih terbalut suasana duka mendalam itu, akhir pekan lalu.

Di rumah itu, juga ada seorang lelaki tua lainnya, kata Anizar itu adalah mamaknya – adik dari ibunya. Kadang, bapak itulah yang membantu bekerja memenuhi kebutuhan keluarga. “Tapi dia sudah cukup berumur, tak bisa kerja banyak. Saya bingung dengan kondisi begini,” kata Anizar yang mengaku sejak anaknya meninggal jarang berjualan.

Biasanya, setiap pagi selepas Subuh, Anizar telah mengelilingi pekarangan dan sawah di dekat rumah. Dia memetik sayuran seperti bayam, kangkung, kacang panjang dan lainnya untuk dijajakan keliling Pauh. “Biasanya saya hanya hidup menjual sayur. Anak saya bantu-bantu. Kini dia sudah tak ada,” kata Anizar yang juga sudah kehilangan sang suami beberapa tahun lalu.

Informasi keluarga Anizar yang sangat memprihatinkan ini didapat tim AR Center dari Afriman, pemuda Pauh yang peduli terhadapnya. “Saya lihat, setelah anak ibu itu meninggal, cucunya tak tahu lagi siapa yang mengurus. Kami di sini para warga berembuk untuk mencarikan bantuan. Kami sering lihat pak Andre Rosiade membantu, kami coba berikan informasi. Terima kasih sudah mengirimkan tim dan bantuan,” kata pedagang kelontong di Binuang yang menjadi saksi penyerahan bantuan beras dan uang tunai dari Andre Rosiade.

Anizar mengucapkan terima kasih kepada Andre Rosiade dan tim yang mengirimkan bantuan kepadanya. “Terima kasih pak Andre, meski rumah kami sangat jauh dari pusat kota, bantuan untuk kami sampai. Saya lihat sendiri tim mengantarkannya meski hari hujan dan jalan ke rumah kami tidak bagus,” kata Anizar.

Nurhaida dari AR Center yang juga wakil ketua DPD Gerindra Sumbar menyebutkan, keluarga Anizar memang harus dibantu karena kondisinya sangat memprihatinkan. Meski rumahnya sangat jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki, mereka tetap datang, meski harus berhujan-hujan.

“Ini lokasi terjauh yang kami jangkau, seperti di Indarung, Lubukkilangan beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, bantuan dari Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade sampai. Kami melihat, pemerintah setempat atau Baznas juga harus turun ke lokasi dan membantu nenek ini,” kata Nurhaida yang datang bersama Alwis Ray, Zulkifli dan Rina Shintya.

Andre Rosiade yang diberikan informasi juga sangat prihatin dengan kondisi keluarga Anizar. Apalagi di saat pandemi Covid-19 ini, akan banyak yang terdampak secara ekonomi. “Insya Allah, kami akan tetap konsisten dan fokus membantu warga Sumbar yang terdampak pandemi ini,” kata anggota Komisi VI DPR RI ini. (*)

loading...
 Sumber : relis /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 28 Februari 2019 - 13:29:47 WIB

    Tak Lagi Numpang, Nenek Nurbaiti Kini Tinggal di Rumah Program BSPS

    Tak Lagi Numpang, Nenek Nurbaiti Kini Tinggal di Rumah Program BSPS PESSEL, HARIANHALUAN.COM-- Masih ingat dengan nenek Nurbaini (53) yang sempat menumpang di rumah tetangganya karena rumahnya ambruk? Kini nenek Nurbaini sudah tinggal di rumahnya sendiri. Ia mendapat Program Bantuan Stimulan .
  • Jumat, 01 April 2016 - 15:43:03 WIB
    Baru Terungkap Sekarang

    Nenek Syamsiah Dibunuh Desember Tahun 2014

    SIJUNJUNG, HALUAN — Dari Informasi yang diperoleh, awal terungkapnya kasus kematian nenek Syamsiah tersebut, bermula saat pelaku KM ditangkap dan diamankan oleh warga pada bulan Februari 2016 lalu karena diduga telah melaku.
  • Jumat, 24 April 2015 - 20:31:35 WIB

    Demi Emas, Rampok Bunuh Nenek

    Ketenangan Jorong Ampang Gadang, Nagari VII Koto Talago, di Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota terusik oleh ulah perampok. Pelaku tega menghabisi nyawa korbannya, kendati sudah uzur. Warga perlu lebih waspada.

    .

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]