Ada Apa Ya? WHO Minta Pemimpin Dunia Hentikan Lockdown


Senin, 12 Oktober 2020 - 15:59:22 WIB
Ada Apa Ya? WHO Minta Pemimpin Dunia Hentikan Lockdown Dr David Nabarro dari WHO menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk berhenti menerapkan kebijakan lockdown dalam upaya memutus penyebaran Covid-19. (foto: Bussines Insider)

HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk berhenti melakukan penguncian wilayah (lockdown). WHO melihat lockdown justru menghadirkan masalah lain.

Banyak negara di dunia menjalankan kebijakan lockdown dalam upaya memutus penyebaran Covid-19. Lockdown memaksa orang-orang berada di rumah mereka masing-masing, menutup pusat bisnis, serta hiburan yang berpotensi menghadirkan kerumunan orang.

Selain itu, dalam pelaksanaannya kebijakan lockdown juga membatasi akses keluar-masuk orang ke daerah atau kota.

Pertimbangan penerapan lockdown berdasarkan karakteristik Covid-19 yang mampu menyebar dari manusia terinfeksi ke manusia lainnya saat berinteraksi satu sama lain di satu tempat.

Umumnya, pelaksanaan lockdown disertai pelacakan (tracing) dan tes massal untuk mendeteksi tingkat penularan virus kemudian melakukan tindakan preventif lanjutan.

China dan Selandia Baru menjadi negara yang berhasil menekan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan kebijakan lockdown. Namun, kebijakan tersebut justru menuai kritik dari pejabat WHO.

Dr. David Nabarro meminta para pemimpin dunia untuk berhenti menggunakan lockdown sebagai metode pengendalian utama Covid-19. Menurut Dr David, lockdown memberikan dampak pada ekonomi lebih besar daripada potensi menyelamatkan nyawa dari ancaman Covid-19.

"Lockdown hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh Anda remehkan, dan itu membuat orang miskin semakin jadi miskin," kata Dr David dikutip dari News.co, Senin (12/10/2020).

"Kami di WHO tidak menganjurkan lockdown sebagai cara utama pengendalian virus ini," lanjutnya.

Pernyataan Dr David berbeda dengan sikap WHO di awal pandemi Covid-19. Organisasi PBB itu mendukung kebijakan negara-negara dunia melakukan lockdown dalam upaya mengatasi penyebaran virus menyerang pernapasan itu.

Namun, Dr David berpandangan bahwa banyak negara kurang memahami tujuan utama dalam penerapan lockdown sehingga malah berdampak pada sektor ekonomi, sedangkan laju penularan Covid-19 secara global masih belum terbendung.

Berdasarkan data worldometer, Minggu (11/10/2020), jumlah infeksi Covid-19 di dunia meningkat menjadi 37,3 juta dan angka kematian menyentuh 1 juta.

"Satu-satunya saat kami yakin bahwa lockdown dapat dibenarkan adalah untuk memberi Anda waktu megatur ulang, menyusun kembali, menyeimbangkan kembali sumber daya Anda, melindungi petugas kesehatan yang kelelahan. Tetapi, kami pada umumnya tidak suka melakukan lockdown," pungkasnya. (*)

loading...
 Sumber : INews.id /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 29 Oktober 2020 - 08:20:13 WIB

    Corona Masih Ada! Jerman Lockdown Lagi Sampai Akhir November

    Corona Masih Ada! Jerman Lockdown Lagi Sampai Akhir November HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Jerman kembali menerapkan pembatasan kegiatan dengan ketat atau lockdown berkenaan dengan penularan virus corona (Covid-19) yang kembali meningkat. Lockdown bakal berlaku mulai Senin pekan depan .
  • Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:43:45 WIB

    Jerman Selidiki Perilaku Raja Thailand, Lho Ada Apa?

    Jerman Selidiki Perilaku Raja Thailand, Lho Ada Apa? HARIANHALUAN.COM - Otoritas Jerman menyatakan pihaknya terus menyelidiki perilaku Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, yang kerap menghabiskan waktu di Bavaria. Jerman mengingatkan akan ada konsekuensi jika terpantau ada pelan.
  • Senin, 26 Oktober 2020 - 10:02:58 WIB

    Dubes RI Sebut Malaysia Iri pada Indonesia

    Dubes RI Sebut Malaysia Iri pada Indonesia HARIANHALUAN.COM - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1976. Tapi hubungan mesra kedua negara baru terjalin di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pangeran Sheikh Mohamm.
  • Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:03:51 WIB

    Wah, di Abu Dhabi Ada Jalan Presiden Jokowi

    Wah, di Abu Dhabi Ada Jalan Presiden Jokowi HARIANHALUAN.COM-Jalan "Presiden Joko Widodo" di Abu Dhabi diresmikan oleh Pemerintah Uni Emirat Arab..
  • Ahad, 18 Oktober 2020 - 08:58:39 WIB

    Mendadak Jepang-AS Kuatkan Militer, Ini Tujuannya

    Mendadak Jepang-AS Kuatkan Militer, Ini Tujuannya HARIANHALUAN.COM-Lingkungan keamanan kawasan yang semakin parah telah mendorong  Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat (AS) sepakat pentingnya penguatan aliansi kedua negara untuk stabilitas di kawasan Asia Pasifik..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]