Waduh! Satu Keluarga Tewas Tersetrum Jebakan Tikus, 5 Saksi Diperiksa


Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:01:08 WIB
Waduh! Satu Keluarga Tewas Tersetrum Jebakan Tikus, 5 Saksi Diperiksa Satu keluarga tewas tersetrum jebakan tikus listrik

BOJONEGORO, HARIANHALUAN.COM - Satu keluarga di Bojonegoro tewas tersetrum di sawah. Mereka menjadi korban jebakan tikus listrik. Kasus tersebut kini berlanjut ke ranah hukum. Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa lima saksi.

Dari lima orang saksi yang diperiksa, salah satunya yakni pemilik rumah yang mengalirkan listrik ke jebakan tikus itu. Lalu pembuat jebakan tikus dan beberapa warga lainnya.

"Sudah ada lima orang saksi yang diperiksa penyidik, dan hari ini akan ada yang ditetapkan tersangka setelah dilakukan gelar perkara," kata Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, Selasa (13/10/2020).

Budi menyampaikan, nantinya tersangka akan dikenakan Pasal 359 KUHP, atas kelalaian yang mengakibatkan nyawa orang lain melayang. "Pelaku akan disangkakan dengan Pasal 359. Ada dua orang yang akan ditetapkan tersangka nantinya oleh penyidik," imbuhnya.

Kapolres Budi berharap, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Sehingga tidak ada lagi petani yang membuat jebakan tikus listrik.

"Jadi sudah sering kali kita imbau saat anggota patroli di kampung dan jalan persawahan untuk tidak membuat pengusir tikus dari aliran listrik. Ke depan akan kita razia juga," lanjutnya.

Minggu (11/10), satu keluarga di Bojonegoro tewas tersetrum di sawah. Mereka menjadi korban jebakan tikus listrik.

Korban terdiri dari seorang pria bernama Parno (55), istrinya Riswati (50) serta dua anaknya, Jayadi (32) dan Arifin (21). Informasi yang dikumpulkan oleh petugas Polsek Kanor, sekitar habis magrib, Parno bersama anak pertamanya Jayadi pergi ke sawah yang tak jauh dari rumahnya.

Mereka hendak mengairi sawah. Namun sebelum tiba di sawahnya, ada bambu penyangga kawat aliran listrik jebakan tikus, yang roboh ke sawah di sekitarnya. Karena gelap, korban diduga tidak tahu kalau ada kawat tercecer di tanah. Sehingga keduanya tersetrum dan tewas.

Karena hingga sekitar pukul 22.00 WIB Parno dan Jayadi tak kunjung pulang, Arifin dan ibunya mencari ke sawah. Namun diduga karena tidak mengetahui di jalan menuju sawahnya ada kawat listrik yang tergeletak di tanah, keduanya turut tersetrum dan meninggal di lokasi. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]