Pergerakan GDP Melambat, Pengangguran Bertambah


Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:54:23 WIB
Pergerakan GDP Melambat, Pengangguran Bertambah Ilustrasi lifepal.co

HARIANHALUAN.COM - Ekonom asal Amerika Serikat, Arthur Melvin Okun, terkenal dengan Hukum Okun yang melihat adanya korelasi antara persentase pengangguran suatu negara dengan persentase Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB).

Hukum Okun menjelaskan bahwa tingkat pengangguran memiliki hubungan negatif dengan GDP. Peningkatan pengangguran cenderung dikaitkan dengan rendahnya pertumbuhan GDP dan begitupun sebaliknya.

Riset Lifepal.co.id kali ini mencoba melihat korelasi antara tinggi rendahnya persentase pengangguran dengan pertumbuhan GDP di beberapa negara ASEAN.

"Hasilnya, terlihat hubungan linear antara rendahnya GDP di suatu periode dengan tingginya persentase pengangguran di suatu negara.

Hubungan tersebut makin amat terlihat di masa-masa resesi ekonomi di suatu negara maupun kondisi krisis ekonomi," kata Head of Public Relations, Dila Karinta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

GDP dan Unemployment Rate

Gross Domestic Product (GDP) merupakan salah satu indikator kemajuan perekonomian suatu negara. GDP didapatkan dari penjumlahan setiap nilai tambah yang diperoleh dari seluruh unit usaha di dalam suatu negara.

GDP merupakan suatu gambaran dari nilai total dari penjualan seluruh barang dan jasa yang diproduksi selama jangka waktu tertentu.

Gross Domestic Product penting karena merupakan ukuran kasar kesehatan suatu ekonomi. Negara-negara dengan ekonomi kuat biasanya akan memiliki GDP yang tinggi. Banyak ekonom juga melihat GDP per kapita suatu negara untuk mengukur seberapa sehat ekonomi itu. GDP per kapita mengukur berapa banyak, rata-rata, warga negara menghasilkan.

Perubahan dalam GDP juga merupakan metrik penting bagi para ekonom. Jika GDP suatu negara tumbuh, itu menunjukkan bahwa ekonomi negara itu sehat dan berkembang. Sebaliknya, GDP yang menyusut berarti ekonomi menyusut. Meningkatnya GDP dikaitkan dengan lapangan kerja, pertumbuhan investasi, dan kenaikan upah. Mengecilkan GDP dapat mengindikasikan tingkat pengangguran yang tinggi, upah yang menyusut, dan ketidakstabilan ekonomi.

Tingkat pengangguran (unemployment rate) adalah persentase angkatan kerja yang saat ini menganggur. Ekonom mendefinisikan angkatan kerja sebagai bagian dari populasi usia kerja yang saat ini bekerja ditambah mereka yang menganggur tetapi secara aktif mencari pekerjaan.

Tingkat pengangguran terkait erat dengan siklus bisnis. Tingkat pengangguran menurun selama ekspansi ekonomi dan meningkat selama resesi. Tapi, tingkat pengangguran tidak pernah nol, bahkan ketika ekonomi sedang makmur.

Pengangguran sendiri merupakan istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, dikarenakan dengan adanya pengangguran maka produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan. (*)

loading...
 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]